Fakta Persidangan, Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin Disebut Bapak Asuh Terdakwa Korupsi Stepanus Robin

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta mencatat kesaksian bahwa Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin merupakan bapak asuh mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Stepanus Robin Pattuju yang kini jadi terdakwa kasus korupsi.

Hal itu terungkap saat persidangan dengan majelis hakim yang diketuai Djuyamto mendengarkan kesaksian Agus Susanto, Senin 20 September 2021.

“Saya pernah mengantar Pak Stepanus Robin ke kediaman bapak asuh beliau, ke Lapas Tangerang dan lapas Sukamiskin. Bapak asuh beliau Pak Azis Syamsuddin,” kata Agus Susanto.

Agus seperti dilansir Antaranews yang merupakan anggota Polri tahun 2002—2011 itu mengaku kenal Robin sejak 2018. Namun, komunikasi tidak berlanjut sejak perkenalan pertama itu.

Komunikasi terjalin kembali pada Agustus 2020 saat Agus dijadikan sopir oleh Stepanus Robin Pattuju.

Statusnya sebagai sopir itu yang mengantarkan Agus bertemu banyak kolega Robin. Selain bertugas untuk mengantar Robin ke berbagai tempat, Agus juga pernah meminjamkan KTP-nya untuk Robin saat menukarkan mata uang asing ke money changer.

Dalam perkara itu, Robin dan Maskur didakwa menerima dari M. Syahrial uang Rp 1,695 miliar, Azis Syamsudin dan Aliza Gunado menerima Rp 3.099.887.000,00 dan 36.000 dolar AS, Ajay Muhammad Priatna sejumlah Rp 507,39 juta, Usman Effendi sejumlah Rp 525 juta, dan Rita Widyasari sejumlah RpRp 5.197.800.000,00 sehingga total suap mencapai Rp 11,5 miliar.

M. Syahrial adalah Wali Kota Tanjungbalai nonaktif; Azis Syamsudin adalah Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Golkar, Aliza Gunado adalah kader Golkar yang pernah menjabat sebagai mantan Wakil Ketua Umum PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Ajay Muhammad Priatna adalah Wali Kota Cimahi nonaktif, Usman Effendi adalah Direktur PT Tenjo Jaya yang juga narapidna kasus korupsi hak penggunaan lahan di Kecamatan Tenjojaya Sukabumi Jawa Barat, dan Rita Wisyasari adalah mantan Bupati Kutai Kartanegara.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini