Erick Thohir Tunjuk Chatib Basri Jadi Wakil Komut Mandiri, Begini Harapannya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Mengisi kekosongan jabatan wakil komisaris utama Bank Mandiri, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menunjuk Muhammad Chatib Basri.

Penunjukkan itu akan diumumkan resmi pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Senin 9 Desember 2019.

Erick ingin Chatib membawa Bank Mandiri menjadi financial services yang disegani di Asia Tenggara.

“Saya bersyukur Pak Chatib Basri mau masuk dalam jajaran Komisaris Bank Mandiri, Mantan Menteri dengan reputasi yang sangat baik mau berkeringat ikut membenahi BUMN. Semoga menjadi sinyalemen positif bagi Bank Mandiri,” kata Erick dalam keterangan tertulis, Minggu 8 Desember 2019.

Chatib Basri bukan orang baru di pemerintahan. Lelaki kelahiran Jakarta 22 Agustus 1965 itu pernah menjabat Menteri Keuangan Indonesia sejak 21 Mei 2013 hingga 20 Oktober 2014.

Sebelumnya dia juga menjabat Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal sejak 14 Juni 2012 hingga 1 Oktober 2013.

Keahlian utamanya adalah bidang makroekonomi, perdagangan internasional, dan ekonomi politik.

Dia juga pernah menjadi Penasihat Khusus Menteri Keuangan Republik Indonesia (2006-2010), Sherpa Indonesia untuk G-20 (2008) dan Deputi Menteri Keuangan untuk G-20 (2006-2010).

Di dunia pendidikan, Chatib Basri mengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan menjadi Ash Centre Senior Fellow di Harvard Kennedy School 2015-2016.

Dia juga menjadi Fellow di Centre on Global Transformation University of California at San Diego 2016 dan anggota the World Bank Advisory Council on Gender and Development.

Selain itu ia juga menjadi anggota Advisory Board dari Centre for Applied Macroeconomic Analysis. Sebelumnya pendiri CReco Research Institute ini menjadi Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional dan pernah menjadi komisaris di beberapa perusahaan publik, dan konsultan di berbagai lembaga internasional.

Dr. Chatib Basri juga menjadi Thee Kian Wie Distinguished Visiting Professor di the Australian National University.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini