Eks Wali Kota Yogya, Haryadi Suyuti Ditangkap KPK, Ruang Kerjanya Disegel

Baca Juga

MATA INDONESIA, YOGYAKARTA – Ruang kerja Wali Kota Yogyakarta digeledah dan disegel penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis 2 Mei 2022 sore.

Kedatangan penyidik KPK, hingga penyegelan ruang kerja Wali Kota Yogya itu dibenarkan Penjabat (Pj) Wali Kota Yogyakara, Sumadi.

Penyegelan itu disinyalir terkait kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan orang nomor satu di Kota Pelajar itu.

“Tadi siang saya setelah rapat dari Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Kepatihan, Saya ke Balai Kota. Setelah itu, pas saya mau mulai kegiatan jam 13.00 WIB, kemudian ada petugas KPK,” kata Sumadi.

Tiga orang menunjukkan identitas KPK yang benar. Kemudian mereka meminta izin menyegel ruang Wali Kota.

Sumadi mengaku kooperatif saat itu terhadap tindakan penyidikan yang dilakukan KPK.

Dia mengakui tidak menyaksikan proses penyegelan ruang yang dulu ditempati Haryadi Suyuti tersebut.

Begitu pun dengan informasi seputar berkas, serta siapa saja, yang dibawa lembaga anti rasuah tersebut.

Sumadi mengaku tidak mengikuti penyegelan tersebut karena langsung mengikuti rapat sampai sore.

Bahkan setelah dia pulang di sore harinya, tidak ada komunikasi dengan Haryadi Suyuti.

Dari informasi yang didapatkan, Haryadi Suyuti dibawa sebuah mobil penyidik KPK di dekat Jalan Timoho, Kota Jogja.

Tak hanya Haryadi, terdapat empat orang ASN yang ikut dibawa dengan mobil tersebut.

Seorang warga yang tak mau disebutkan namanya mengatakan sekitar pukul 15.30 WIB, Haryadi beserta empat ASN itu dibawa dengan mobil tersebut.

Belum ada keterangan resmi dari KPK membawa mantan Wali Kota Jogja beserta empat orang ASN tersebut.

Reporter: Muhamad Fauzul Abraar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini