Eko Yuli Tetap Berpuasa Saat Latihan Angkat Besi, Ini Modalnya

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Awam pasti tidak bisa membayangkan harus berlatih angkat besi saat sedang berpuasa. Buat atlet andalan Indonesia, Eko Yuli Irawan, latihan merupakan kewajiban agar dia bisa lolos ke Olimpiade Tokyo tahun depan. Modalnya adalah percaya kepada Allah SWT.

Perihal latihan saat sedang puasa, Eko mengaku pernah beradu argumen dengan pelatihnya. Seperti awam lainnya, sang pelatih menilai tidak mungkin latihan berjalan baik jika sang atlet tidak memiliki tenaga karena puasa.

Jawaban Eko enteng saja,”Kita percaya Yang Maha Kuasa bisa memberi yang tidak mungkin jadi mungkin. Percaya di situ saja. Lagipula kita juga kalau mau tanding selalu diet. Ini buat latihan.”

Seperti dilansir antara, Eko mengaku menjalani sesi latihan setiap hari seperti biasa.

Alasannya, berlatih tetap di dalam gedung sehingga tidak menguras tenaga. Dia bahkan merasa nyaman berlatih selama Ramadhan.

Dia bahkan mengaku tidak terasa melaksanakan ibadah tersebut. Jadwal latihannya selama Ramadhan adalah usai sahur dan shalat subuh, tidur hingga jam 09.00 WIB setelah itu berlatih hingga pukul 12.00 WIB.

Usai berlatih, mandi, shalat dhuhur dan istirahat. Jam 15.30 WIB bangun untuk bersiap latihan lagi.

“Belum selesai latihan, biasanya sudah adzan maghrib,” ujar atlet asal Lampung tersebut.

Dengan berpuasa, berat badannya juga terjaga sehingga tidak perlu pindah kelas saat bertanding nanti.

Untuk lolos ke Olimpiade Tokyo dia harus mempertahankan angkatan di atas 310 kilogram. Dia harus mempertahankannya di sedikitnya enam turnamen sebelumnya.

Sekarang posisi Eko bukan juara dunia lagi. Sebab posisi itu sudah direbut atlet China.

Maka di mengincar hasil positif di keenam turnamen angkat besi tersebut, antara lain Kejuaraan Dunia IWF di Thailand, September 2019, SEA Games Filipina 2019 dan kejuaraan angkat besi Asia tahun depan.

Berita Terbaru

Mendukung Disiplin Operasional Demi Integritas MBG

Oleh : Rivka Mayangsari*) Komitmen negara dalam membangun generasi sehat dan unggul tidak hanya diwujudkan melaluikebijakan besar, tetapi juga melalui disiplin operasional di lapangan. Inilah yang kini ditegaskan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penguatanpengawasan dan penegakan aturan menjadi langkah nyata untuk memastikan setiap proses berjalan sesuaistandar, transparan, dan berorientasi pada kepentingan anak-anak Indonesia sebagai penerima manfaatutama. Salah satu fokus utama BGN adalah penegakan disiplin penggunaan mobil operasional Satuan PelayananPemenuhan Gizi (SPPG). Kendaraan tersebut secara tegas dilarang digunakan untuk kepentingan pribadi, seperti berbelanja atau urusan lain di luar distribusi MBG. Mobil operasional merupakan bagian vital darirantai distribusi makanan bergizi. Penyimpangan sekecil apa pun berpotensi mengganggu efektivitas dan kredibilitas program. Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, dalam Rapat Koordinasi bersama Kepala SPPG, PengawasKeuangan, dan Pengawas Gizi se-Solo Raya, menegaskan pentingnya penggunaan kendaraan sesuaiperuntukannya. Ketegasan BGN bukan sekadar imbauan administratif. Nanik yang juga membidangiKomunikasi Publik dan Investigasi menegaskan sanksi tegas bagi Kepala SPPG yang terbukti melanggaraturan. Ancaman sanksi ini mencerminkan keseriusan BGN dalam menjaga marwah program strategisnasional. MBG bukan sekadar distribusi makanan, melainkan investasi negara terhadap kualitas sumberdaya manusia. Karena itu, integritas pelaksanaannya tidak boleh ditawar. BGN juga menekankan pentingnya independensi Kepala SPPG. Mereka diminta menolak tegas jika adamitra atau pemasok yang mencoba memanfaatkan kendaraan operasional untuk kepentingan di luardistribusi MBG. BGN menegaskan bahwa pemasok wajib menyediakan kendaraan sendiri untukmengangkut bahan pangan ke dapur SPPG. Ketegasan ini bertujuan menghindari konflik kepentingan dan memastikan tidak ada celah penyimpangan dalam rantai logistik. Dengan menjaga independensi, Kepala SPPG dapat fokus pada misi utama: memastikan makanan bergizisampai tepat waktu dan dalam kondisi aman kepada anak-anak penerima manfaat. Disiplin operasionalbukan sekadar soal aturan teknis, tetapi bagian dari etika pelayanan publik yang mengutamakankepentingan masyarakat. Selain kendaraan operasional, BGN memberi perhatian besar pada pengawasan bahan baku pangan. Proses penerimaan bahan baku di dapur SPPG dinilai sebagai titik krusial dalam menjaga keamananpangan. Pengawas Gizi, Pengawas Keuangan,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini