Dua Tahun Menghilang, Jenazah Nenek Ini Ditemukan Duduk di Rumahnya

Baca Juga

MATA INDONESIA, COMO – Mayat seorang nenek berusia 70 tahun bernama Marinella Beretta ditemukan di rumahnya di Italia dua tahun setelah kematiannya.

Marinella tinggal sendirian di sebuah rumah di Prestino dekat Danau Como di wilayah utara Italia. Tubuh Marinella ditemukan dalam posisi duduk di meja rumahnya dimana kondisnya sudah diawetkan.

Pemadam kebakaran Como berhenti di dekat rumah tersebut setelah adal laporan dari warga yang khawatir mengatakan sebuah pohon tumbang di kebunnya. Marinella tak pernah terlihat lagi oleh tetangganya selama dua tahun.

Tetanggannya mengira Marinella pindah ketika pandemi Covid-19 pertama kali melanda Italia. Mengutip People, Jumat 11 Februari 2022, tidak diketahui penyebab meninggalnya Marinella.

Setelah tim medis melakukan pemeriksaan berdasarkan tingkat pembusukan kepada jenazah tersebut, diperkirakan Marinella sudah meninggal sejak 2019. Pihak berwajib Italia tak menemukan adanya kejanggalan seperti tindakan kekerasan atau bunuh diri di balik meninggalnya Marinella.

Polisi sedang menyelidiki apakah Marinella memiliki anggota keluarga yang masih hidup atau tidak, karena hingga kini tidak ada satu pun orang yang melapor kehilangan anggota keluarga. Jenazah wanita tersebut saat ini masih berada di kamar mayat

Wali Kota Como, Mario Landriscina mengundang penduduk wilayah Italia untuk menghadiri pemakaman Marinella, yang akan didanai oleh pemerintah setempat.

“Saya akan berusaha hadir dan saya mengundang (penduduk) kota untuk hadir. Ini adalah saat untuk bersama, dan bahkan jika wanita ini tidak memiliki kerabat, kita bisa menjadi kerabatnya,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini