Bebas, Spanyol Cabut Aturan Wajib Masker di Luar Ruangan

Baca Juga

MATA INDONESIA, MADRID – Terhitung mulai Kamis, 10 Februari 2022, warga Spanyol tidak lagi wajib memakai di luar ruangan. Namun, ada beberapa situasi di mana pemakaian masker di lingkungan luar ruangan masih diperlukan.

Pemerintah Spanyol mewajibkan pemakaian masker di luar ruangan untuk yang pertama kali pada Mei 2020 ketika Negeri Matador resmi mencabut aturan lockdown. Aturan tersebut kemudian dicabut selama enam bulan, yakni sejak Juni hingga Desember 2021 ketika angka infeksi Covid-19 turun.

Namun, lonjakan kasus Covid-19 yang disebabkan oleh varian Omicron selama periode musim dingin ini membuat pemerintah Spanyol kembali menetapkan aturan pemakaian masker di luar ruangan.

Setelah disetujui oleh pemerintah daerah dan kabinet Spanyol, maka diputuskan bahwa aturan masker di luar ruangan akan dicabut di seluruh penjuru negeri mulai Kamis 10 Februari 2022, seperti dilansir The Local, Jumat, 11 Februari 2022.

Wilayah Spanyol juga saat ini sedang memutuskan apakah anak-anak sekolah harus mengenakan masker wajah di taman bermain, dengan sebagian besar otoritas regional cenderung menghapus aturan masker.

Perlu dicatat bahwa tetap wajib memakai masker di semua situasi di dalam ruangan kecuali saat makan dan minum atau aktivitas lain apa pun yang tidak sesuai dengan pemakaian masker.

Jadi membawa masker wajah masih diperlukan jika ingin memasuki bar, restoran, kafe, toko, perpustakaan, atau bangunan publik dalam ruangan lainnya. Pemakaian masker juga masih diwajibkan di transportasi umum dan di kendaraan pribadi dengan orang yang tidak tinggal bersama.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini