Dor! Bocah 8 Tahun Ditembak Gegara Pungut Mangga Tetangga

Baca Juga

MINEWS, AMBON – Nasib naas dialami bocah bernama Giovano Louhenapessy. Anak usia 8 tahun itu ditembak tetangganya, G, dengan senapan angin.

Kejadian berdarah itu bermula saat Giovanni memungut mangga yang jatuh di luar pagar rumahnya pada Selasa 19 Februari 2019. “Oom itu tembak dia (korban) dari dalam (rumah) ke luar (rumah). Sementara ditembak, dia angkat tangan dan sempat mengatakan ‘Oom beta seng (saya tidak), Oom beta seng Oom’,” kata ibu korban An Louhenapessy di Kantor Polres Pulau Ambon dan Pulau Lease, Rabu 20 Februari 2019.

“Saya sampai di rumah usai beli perlengkan ujian buat Gio untuk hari ini. Terus Gio datang dan cerita bahwa dapat tembak,” kata Louhenapessy lagi.

Kedatangan ibu korban di Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease untuk melengakapi berkas penyidikan. Pihak keluarga korban menyayangkan sikap dari pelaku penembakan yang tidak mau menyampaikan permintaan maaf.

Pelaku mengelak bahwa luka yang dialami korban merupakan luka lama. “Tadi polisi kasih ketemu dengan peluku duduk bersamaan supaya ada kata maaf karena sudah salah tapi ini pelaku langsung bilang itu luka lama, itu bakas luka dan dia tembak kucing. Padahal dia yang cabut peluru sendiri dan peluru sudah diserahkan ke polisi,” ujarnya.

Berita Terbaru

Keamanan Papua Prioritas, Pemerintah Tindak Tegas Gangguan OPM

Oleh: Yonas Kogoya*Keamanan merupakan fondasi utama bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat dan pembangunan di Papua. Tanpa situasi yang aman, berbagai program peningkatan kesejahteraan akan sulit berjalan optimal. Oleh karena itu, setiap bentuk gangguan keamanan yang mengancam keselamatan masyarakat sipil, merusak fasilitas umum, maupun menghambat aktivitas ekonomi harus ditolak bersama karena tidak memberikan manfaat bagi siapa pun, terutama masyarakat Papua sendiri yang menjadi pihak paling terdampak.Berbagai aksi kekerasan yang dilakukan kelompok bersenjata OPM atau TPNPB dalam beberapa waktu terakhir kembali menunjukkan bahwa pendekatan kekerasan hanya melahirkan penderitaan. Pembakaran pesawat perintis PT AMA di Balinggama, Yahukimo, yang mengakibatkan meninggalnya seorang pilot serta mengganggu pelayanan penerbangan di wilayah pegunungan merupakan contoh nyata bagaimana aksi teror berdampak langsungterhadap kepentingan masyarakat. Transportasi udara di Papua bukan sekadar sarana mobilitas, melainkan jalur utama distribusi bahan pangan, obat-obatan, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga kebutuhan pokok bagi masyarakat di daerah-daerah terpencil. Ketika pesawat perintismenjadi sasaran serangan, yang paling dirugikan bukan hanya pemerintah atau operator penerbangan, tetapi masyarakat yang kehilangan akses terhadap berbagai layanan dasar.Tindakan kekerasan terhadap fasilitas publik juga berpotensi menghambat percepatanpembangunan yang selama ini terus diupayakan pemerintah. Berbagai proyek infrastruktur, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga pengembangan ekonomi membutuhkan situasi yang kondusif agar dapat berjalan sesuai rencana....
- Advertisement -

Baca berita yang ini