Dokter Relawan Covid19 Akui Pimpinan Daerah Kurangi Testing Demi Zona Hijau

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Dokter relawan Covid19, dr. Andi Khomeini Takdir membenarkan pernyataan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin soal banyak pemimpin daerah yang mengejar daerahnya menjadi zona hijau penularan Covid dengan mengurangi testing.

“Begitulah kira-kira,” begitu pernyataan lelaki dengan panggilan Dokter Koko itu melalui pesan yang diterima Mata Indonesia News, Rabu 19 Mei 2021.

Bahkan dr. Andi bukan hanya mendapat informasi soal hal tersebut melainkan merasakan langsung karena mengalami sendiri.

Sebelumnya, Budi Gunadi Sadikin mengkhawatirkan sikap para pemimpin daerah seperti terutama menghadapi varian baru hasil mutasi Virus SARS-Cov-2 yang penularannya puluhan kali lebih cepat dari virus yang ada atau existing.

Sikap tersebut bisa membuat ledakan pasien yang tidak terdeteksi dengan baik sehingga akan menyulitkan fasilitas bahkan tenaga kesehatan.

Maka Budi Gunadi mengharapkan testing digencarkan dengan sungguh-sungguh agar Indonesia bisa memetakan dengan tepat pandemi yang terjadi sehingga langkah yang diambil tidak salah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini