Dituding Sindir Pernikahan Syahrini, Ini Jawaban Nikita Mirzani

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Nikita Mirzani kembali menuai kehebohan. Sebuah postingannya di akun Instagram diduga menyindir pasangan yang baru menikah, Syahrini dan Reino Barack.

Artis yang akrab disapa Niki itu mengunggah Insta Story usai Syahrini dan Reino menggelar konferensi pers pernikahan mereka. Dalam jumpa pers tersebut hadir pula adik sekaligus manager Syahrini, Aisyahrani.

Melihat postingan Insta Story tersebut, banyak netizen yang menduga jika pesannya ditujukan bagi Syahrini dan Reino.

Sementara itu, Nikita Mirzani menampik tudingan tersebut. Menurut Niki, kalimat sindiran itu tidak ia tujukan secara spesifik bagi pihak tertentu.

“Kan gue tidak sebutin nama, lu jangan giring opini deh. Gue kan tidak menyebutkan nama,” kata Niki, dikutip dari Dream.co.id, Rabu 13 Maret 2019.

Nikita mengatakan dirinya tidak memiliki masalah apapun dengan Syahrini dan Reino. Dan pesan yang ia posting diakuinya hanya komentar biasa layaknya komentar para netizen.

“Anggap saja gue juga netizen sama kayak yang lain,” ujarnya.

Usai kehebohan yang ditimbulkan postingan Nikita Mirzani, kabarnya akun pribadi mantan istri Dipo Latief tersebut kini diblok oleh Syahrini.

Berita Terbaru

Arah Kebijakan Fiskal Presiden Dorong Optimisme Dunia Usaha

Oleh: Hanif Putra )*Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal(KEM-PPKF) RAPBN 2027 membawa optimisme baru bagi dunia usahadan arah pembangunan ekonomi nasional. Pemerintah menunjukkan keyakinan bahwa Indonesia memiliki fondasiekonomi yang kuat untuk menghadapi tekanan global sekaligusmempercepat pertumbuhan nasional dalam beberapa tahun mendatang.Kehadiran langsung Presiden Prabowo dalam menyampaikan kerangkakebijakan fiskal dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuatkepercayaan publik dan pelaku usaha. Pemerintah ingin memastikanbahwa arah pembangunan ekonomi nasional berada dalam kendali yang jelas, terukur, dan berpihak pada kepentingan rakyat.Presiden Prabowo menegaskan Indonesia memiliki modal besar berupabonus demografi, pasar domestik yang luas, serta kekayaan sumber dayaalam yang melimpah. Pemerintah memandang kombinasi tersebutmenjadi kekuatan utama untuk mendorong pertumbuhan ekonominasional yang lebih mandiri dan berdaya saing tinggi.Pemerintah Indonesia optimistis pasar domestik nasional memilikikapasitas yang sangat besar dan mampu menjadi penggerak utamapertumbuhan ekonomi. Dengan jumlah penduduk yang besar dan konsumsi masyarakat yang terus berkembang, pemerintah menilaiIndonesia memiliki peluang menjadi salah satu pusat pertumbuhanekonomi dunia.Selain itu, Presiden Prabowo juga memaparkan ketangguhan ekonomiIndonesia melalui capaian ekspor sejumlah komoditas strategis sepanjang2025. Pemerintah mencatat minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduanbesi menjadi penyumbang devisa besar bagi negara dengan nilaimencapai lebih dari US$65 miliar atau sekitar Rp1.100 triliun per tahun.Pemerintah menilai capaian tersebut menunjukkan posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai perdagangan global. Potensi ekonominasional juga dinilai masih sangat besar karena Indonesia memilikisumber daya strategis lain seperti nikel, tembaga, logam tanah jarang, minyak bumi, dan kekayaan maritim yang belum dimaksimalkansepenuhnya.Melihat besarnya potensi tersebut, pemerintah berkomitmen memperkuattata kelola ekonomi dan meningkatkan efektivitas pengelolaan anggarannegara. Presiden Prabowo menilai peningkatan rasio penerimaan negara terhadap produk domestik bruto menjadi langkah penting agar kemampuan fiskal Indonesia semakin kuat dan mampu mendukungpembangunan jangka panjang.Pemerintah Indonesia juga mendorong upaya introspeksi nasional dalampengelolaan ekonomi agar kekayaan alam Indonesia benar-benarmemberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Langkah ini dinilaipenting untuk memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus mengurangiketergantungan terhadap tekanan ekonomi global.Arah kebijakan fiskal yang disampaikan Presiden mendapat sambutanpositif dari kalangan parlemen. Anggota DPR RI Fraksi PKS,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini