Ditemukan Klaster Hajatan, Warga Bekasi Dilarang Adakan Pesta Pernikahan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Klaster hajatan ditemukan di salah satu perumahan di Kecamatan Tarumajaya, Bekasi, Jawa Barat. Sebanyak 33 warga Perumahan Villa Mutiara gading Tarumajaya dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Seluruh warga yang terkonfirmasi positif virus corona kini berada di pusat isolasi, di Hotel Ibis Cikarang, sementara satu warga dengan bergejala dirujuk ke Rumah Sakit Ananda Babelan.

Berdasarkan hal ini, Satuan Tugas Percepatan dan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bekasi pun melarang warga untuk menggelar pesta pernikahan.

“Saya minta kepada setiap gugus tugas di desa dan kecamatan agar tidak mengizinkan hajatan yang berpotensi menimbulkan klaster baru,” kata Wakil Ketua Satgas COVID-19 Kabupaten Bekasi, Komisaris Besar Hendra Gunawan, Kamis, 10 Juni 2021.

Selain pesta pernikahan, Hendra mengatakan bahwa kegiatan lain yang memicu kerumunan lebih dari lima orang untuk ditiadakan sementara waktu. Kegiatan tersebut meliputi kegiatan keagamaan, sosial, budaya, seni, ulang tahun, atau kegiatan lain yang menimbulkan kerumunan.

Tak main-main, Hendra yang merupakan Kapolres Metro Bekasi menegaskan akan memberikan sanksi untuk warga yang tidak mematuhi peraturan tersebut, terutama warga yang tetap mengadakan pesta pernikahan.

“Akan ada sanksi bila nekat melakukan pesta pernikahan karena sudah ada Perda, termasuk sanksi pidana bila masih membandel melakukan kegiatan yang berpotensi kerumunan warga,” tegasnya.

Hendra mengungkapkan, usai Hari Raya Idul Fitri 2021 ada tujuh kecamatan dengan kategori tingkat penyebaran tinggi kasus virus corona yang disebabkan oleh klaster pernikahan atau aktivitas warga pasca liburan.

Untuk itu, Satgas COVID-19 Kabupaten Bekasi akan terus menggencarkan operasi yustisi guna menekan laju penyebaran virus yang telah menewaskan 52 ribu warga Indonesia.

“Memang terlihat ada peningkatan kasus COVID-19 usai libur Lebaran. Ini jadi perhatian kami untuk melakukan sejumlah langkah guna menekan angka penyebaran virus corona,” tuntasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini