Ditanya Soal Gibran Ingin Jadi Walkot Solo, Begini Jawaban Jokowi

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Presiden Joko Widodo seakan memberikan lampu hijau kepada putra pertamanya, Gibran Rakabuming Raka, untuk maju dalam Pilwalkot Solo 2020. Saat ini ayah dari Jan Ethes ini sudah menjadi kader PDIP dan mendapat dukungan dari berbagai pihak.

Ketika ditanya soal pencalonan anaknya, orang nomo satu di Indonesia itu tak banyak bicara. Dia hanya tersenyum sambil membalikkan badan, lalu berjalan menjauh.

Pada kesempatan lain, Jokowi pernah berkomentar mengenai Gibran yang muncul menjadi kandidat Wali Kota Surakarta. Saat itu, nama Gibran muncul dalam survei calon Wali Kota Surakarta yang dibuat Universitas Slamet Riyadi (Unisri), Surakarta.

Jokowi saat itu mengaku tidak ingin mencampuri keputusan Gibran. Jokowi hanya berpesan agar selalu bertanggung jawab atas pilihannya.

“Ya tanya langsung ke Mas Gibran, kok ke saya. Orang tua itu hanya… ya sama waktu memutuskan berjualan martabak, ya silakan. Ada yang mutusin mau jualan pisang, ya silakan. Saya paksa pegang pabrik juga nggak mau. Dipaksa-paksa, kalau nggak mau, gimana. Saya itu demokratis kok, silakan,” katanya.

Paling penting kata dia, di setiap jabatan apa pun, di setiap karier apa pun, yang utama kemandirian dan tanggung jawab.

Di sisi lain, partai koalisi di luar PDIP belum tentu bisa mengusung Gibran karena masalah jumlah kursi di DPRD Surakarta. Opsi lain yang muncul ialah Gibran maju melalui jalur independen.

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini