Dirugikan Soal Foto, Andi Arief Gugat Karni Ilyas dan TV One Rp 1 Triliun

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Mantan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) partai Demokrat Andi Arief bakal menggugat Pemimpin redaksi dan stasiun televisi TV One sebesar Rp 1 triliun. Hal itu dilakukannya, karena ia merasa dirugikan lantaran pemberitaan TV One yang menggunakan foto-foto dirinya saat ditangkap polisi di Menara Peninsula, Jakarta.

“Saya akan mengambil langkah hukum. Kita akan tuntut Rp 1 T,” ujar Andi usai konsultasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO), Jakarta, Selasa 12 Maret 2019.

Andi mengaku sudah menerima permohonan maaf secara pribadi dari Nirwan Bakrie, selaku pemilik TV One. Namun, kata dia, tetap saja perkara tidak bisa selesai begitu saja.

Andi menjelaskan bahwa pemberitaan TV One yang menampilkan foto-foto dirinya di Hotel Menara Peninsula telah berdampak buruk terhadap keluarganya. Terutama anak-anaknya. Andi merasa sangat dirugikan atas hal itu.

Karni Ilyas sendiri telah memberikan klarifikasi langsung kepada Andi Arief di ruang publik media sosial Twitter. Karni mengaku tak berurusan langsung dengan urusan peliputan. Dia sendiri baru tahu kejadian keesokan siangnya lantaran baru terlelap dini hari.

Andi mengamini bahwa Karni Ilyas bukan wartawan baru. Andi menilai Bang One, kerap dikenal, sudah begitu lama memakan asam garam dunia jurnalistik. Andi mengatakan seharusnya Karni Ilyas tidak memberitakan foto-foto saat ditangkap di Menara Peninsula.

“Orang lain biasanya mengalah diginiin sama Karni Ilyas. Sama saya enggak bisa. Mentang-mentang sedang di puncak jawara pers bisa melakukan apa saja kepada masyarakat, tidak boleh,” katanya.

Andi menegaskan bahwa publik bisa berasumsi macam-macam dari fotonya yang tersebar dan diberitakan TV One. Terlebih, foto-foto itu juga memuat wanita serta barang-barang lain.

Segala jenis material yang berkaitan dengan tahap penyelidikan juga tidak boleh disebar. Pers pun, kata dia, tidak berhak memberitakan.

“Juga saya akan coba untuk mempersolakan secara hukum Hotel Peninsula. Hotel Peninsula di berbagai media sudah menghabisi saya juga, sudah membuat trial by the press juga terhadap saya, saya disebutkan berbagai macam juga di sana padahal saya rasa tidak alami,” katanya.

Berita Terbaru

Gerai Koperasi Merah Putih sebagai Penghubung Ekonomi Desa

Oleh: Citra Kurnia Khudori)*Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) hadir sebagai wajah barupenguatan ekonomi desa yang semakin terorganisir, modern, dan berdaya saing. Inisiatif ini tidak hanya membangun unit usaha, tetapi juga menciptakan ekosistemdistribusi yang lebih efisien dengan memperpendek rantai ekonomi dari produsenlangsung ke konsumen, sehingga nilai tambah dapat dirasakan lebih optimal oleh masyarakat desa.Keberadaan gerai koperasi menjadi sarana strategis dalam memperluas aksespasar bagi pelaku usaha lokal. Produk-produk unggulan desa kini memiliki kanaldistribusi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan, membuka peluang peningkatanskala usaha sekaligus memperkuat posisi ekonomi masyarakat. Melalui pendekatanini, KDKMP berperan sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan yang mendorong kemandirian dan pertumbuhan ekonomi dari tingkat desa.Lebih dari itu, Gerai KDKMP merepresentasikan semangat kemandirian ekonomiberbasis gotong royong. Dengan pengelolaan yang tepat, gerai ini berpotensimenjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.Untuk diketahui, hingga akhir Maret 2026, pembangunan KDKMP menunjukkanprogres signifikan. Puluhan ribu titik kini telah memasuki tahap Pembangunan. Sementara itu, lebih dari 3.000 unit sudah rampung dan siap dimanfaatkanmasyarakat dalam waktu dekat. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan, dalamwaktu dekat pemerintah akan mulai mendistribusikan berbagai komoditas untukmengisi unit-unit KDKMP tersebut. Ia berharap KDKMP menjadi pusat distribusipangan dan kebutuhan masyarakat di tingkat desa....
- Advertisement -

Baca berita yang ini