Dilalap Si Jago Merah, 38 Tahanan Tewas Terpanggang

Baca Juga

MATA INDONESIA, GITEGA – Sedikitnya 38 tahanan dilaporkan tewas dan 69 tahanan lainnya mengalami luka parah setelah kebakaran terjadi di sebuah penjara utama di ibu kota Burundi, Gitega. Wakil Presiden Burundi, Prosper Bazombanza membenarkan kabar mengenai insiden ini.

Kebakaran dilaporkan terjadi pada pukul 04.00 pagi waktu setempat, di mana mayoritas narapidana mansih terlelap.

Kementerian Dalam Negeri Burundi mengatakan di Twitter bahwa kebakaran itu disebabkan oleh arus pendek listrik di penjara yang berusia hampir satu abad. Berdasarkan gambar yang diunggah di sosial media menunjukkan api besar melahap penjara dan mayat yang tergeletak di lantai.

Seorang warga yang tiba di penjara saat api masih berkobar mengatakan bahwa banyak dari mereka yang meninggal adalah tahanan lanjut usia. Sementara 12 tahanan tewas akibat karena sesak napas ketika mereka mencoba melarikan diri dari gedung-gedung tua penjara yang terbakar.

“Kami mulai berteriak bahwa kami akan dibakar hidup-hidup ketika kami melihat api naik sangat tinggi, tetapi polisi menolak untuk membuka pintu kamar kami, mengatakan ‘ini adalah perintah yang kami terima’,” ungkap seorang narapidana ketika dihubungi melalui telepon kepada AFP.

“Saya tidak tahu bagaimana saya melarikan diri, tetapi ada tahanan yang terbakar habis-habisan,” sambungnya, melansir Africa News, Rabu, 8 Desember 2021.

Sebuah sumber polisi mengatakan layanan darurat terlambat ke tempat kejadian, dengan truk pemadam kebakaran pertama tiba dua jam setelah api mulai berkobar.

“Korban dengan luka bakar paling serius dilarikan ke rumah sakit, beberapa dibawa dengan truk pick-up polisi, sementara yang lain dengan kasus ringan dirawat di tempat kejadian,” tutur seorang saksi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pengalihan Distribusi Minyakita: Masyarakat Lebih Mudah Dapatkan Minyak Goreng Terjangkau

Oleh : Nindia Rizki Fitri*Pemerintah mempertegas komitmennya dalam menjaga keterjangkauan kebutuhan pokokmasyarakat melalui kebijakan pengalihan seluruh pasokan Minyakita ke pasar rakyat. Langkahtersebut menjadi strategi yang tepat untuk memastikan minyak goreng bersubsidi benar-benardapat diakses oleh masyarakat luas, khususnya kelompok berpenghasilan menengah ke bawahyang selama ini sangat bergantung pada ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau. Kebijakan ini juga mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memperbaiki tata keloladistribusi pangan agar lebih efektif, tepat sasaran, dan mampu menjawab berbagai tantanganyang muncul di lapangan.Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa seluruh pasokan Minyakita kinidifokuskan untuk pasar rakyat sehingga masyarakat lebih mudah memperoleh minyak goreng dengan harga terjangkau. Kebijakan ini sekaligus menghentikan alokasi Minyakita untukprogram bantuan pangan dan mengarahkan distribusinya langsung kepada konsumen melaluijaringan perdagangan rakyat. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah berupayamemastikan komoditas strategis ini hadir di tempat yang paling dekat dengan kebutuhanmasyarakat sehari-hari.Pengalihan distribusi ini juga memperlihatkan adanya pendekatan yang lebih adaptif dalampengelolaan bantuan pangan. Pemerintah tidak lagi bergantung pada satu jenis komoditastertentu, melainkan menyesuaikan bantuan dengan kondisi pasar dan kebutuhan masyarakat. Ketika harga suatu komoditas mengalami penurunan, pemerintah dapat melakukan penyerapanmelalui berbagai program sosial, termasuk program Makan Bergizi Gratis. Pendekatan ini tidakhanya membantu menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga memberikan perlindungan kepadapetani dan peternak agar harga produk mereka tetap stabil.Dari perspektif ekonomi rakyat, keberadaan Minyakita di pasar tradisional memiliki arti yang sangat penting. Pasar rakyat masih menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat Indonesia, terutama di daerah-daerah yang belum sepenuhnya terjangkau oleh jaringan ritel modern. Dengan memastikan pasokan Minyakita tersedia secara memadai di pasar rakyat, pemerintahsecara tidak langsung memperkuat peran pasar tradisional sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Pedagang kecil memperoleh kepastian pasokan, sementara masyarakat mendapatkan aksesterhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.Keberhasilan kebijakan ini tentu tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak. Kementerian Perdagangan terus melakukan koordinasi dengan produsen,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini