Dihantam Covid19, Orang Miskin Absolut di Italia Naik 1,7 Persen

Baca Juga

MATA INDONESIA, ROMA – Dihantam Pandemi Covid19, Italia menambah orang miskin absolutnya hingga sebesar 1,7 persen.

Menurut catatan biro statistik Italia, ISTAT, jumlah orang miskin absolut tahun lalu yang diumumkan, Rabu 16 Juni 2021.

Pada 2020, ISTAT mencatat 5,6 juta warga Italia atau 9,4 persen dari penduduk Italia berstatus miskin absolut.

Kemiskinan absolut menurut definisi ISTAT adalah mereka yang tidak bisa membeli barang dan jasa yang penting untuk mencapai “standar hidup minimal yang dapat diterima.”

Sementara pada 2019 orang miskin absolut Italia masih 4,6 juta orang atau 7,7 persen dari penduduk Italia. Itu sudah menjadi angka kemiskinan terburuk sejak 2005.

Jumlah penduduk miskin sama dengan dua juta keluarga yang terperosok menjadi miskin absolut.

Ekonomi Italia menyusut 8,9 persen pada 2020 akibat Covid19. Itu menjadi resesi pascaperang paling curam akibat penguncian untuk memperlambat Virus Corona yang menghantam bisnis.

Kelompok yang paling terpukul akibat kondisi tersebut adalah para imigran yang berjumlah sekitar 1,5 juta orang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini