Dibantu BIN, Vaksinasi Pelajar di Gowa Sudah Capai 10.600 Orang

Baca Juga

MATA INDONESIA, GOWA – Tingkat vaksinasi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan terus mengalami peningkatan berkat bantuan Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Sulawesi Selatan atau Binda Sulsel.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Rike Susanti mengatakan bahwa saat ini jumlah siswa yang sudah divaksin sekitar 10.600 pelajar dari sekitar 28.600 lebih pelajar.

“Ada beberapa yang belum cukup umur 12 tahun sehingga belum bisa divaksin karena yang divaksin mereka berumur di atas 12 tahun. Kalau SMA kami belum tahu datanya karena ini rananya provinsi,” ujarnya, Senin 13 September 2021.

Ia mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus melakukan vaksinasi untuk pelajar di seluruh wilayah di Kabupaten Gowa. Dirinya akan melakukan penjadwalan setiap Kecamatan untuk melakukan vaksinasi di sekolah.

“Setiap hari kita sudah membuat titik vaksin untuk siswa. Olehnya itu saya mengimbau kepada seluruh orang tua agar mengajak atau membawa anaknya untuk divaksin sehingga proses belajar Tatap Muka bisa segera kita laksanakan,” katanya.

Sementara Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengatakan bahwa vaksinasi massal ini dilakukan terus-menerus untuk mempersiapkan pembelajaran tatap muka. Ia pun berharap sebelum sekolah tatap muka dilakukan, semua guru dan siswa harus sudah divaksin.

“Karena kita tidak mau mengambil risiko, di beberapa daerah yang sudah melakukan tatap muka, begitu didapatkan ada yang positif, langsung dilakukan penutupan kembali,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Strategi Pemerintah Menekan PHK dan Menjaga Produktivitas Industri Nasional

Oleh: Faiz Permana )*Stabilitas ketenagakerjaan menjadi salah satu fondasi penting dalammenjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional. Di tengahdinamika ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian, pemerintah memilih mengambil langkah antisipatif dengan memperkuatsektor-sektor yang memiliki kemampuan besar dalam menyerap tenagakerja. Arah kebijakan tersebut terlihat dari rencana pemerintah menjadikan industri padat karya sebagai fokus utama kebijakan fiskal pada 2027. Pilihan ini dinilai tepat karena sektor padat karya selama ini menjaditulang punggung penyerapan tenaga kerja nasional dan memilikikontribusi besar terhadap aktivitas ekonomi di berbagai daerah.Pelaksana Harian Direktur Jenderal Stabilitas Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Ferry Ardiyanto, menjelaskan bahwa pemerintahtelah menyiapkan berbagai stimulus fiskal untuk memperkuat sektor-sektor yang memiliki daya serap tenaga kerja tinggi. Dukungan pemerintah terhadap dunia usaha diwujudkan melalui berbagaiinsentif fiskal. Salah satunya adalah insentif Pajak Penghasilan Pasal 21 Ditanggung Pemerintah bagi pekerja di sektor padat karya dan pariwisata. Kebijakan ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat sekaligusmemberikan ruang bagi perusahaan untuk tetap mempertahankanoperasional usahanya.Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian serius. Melalui program magang bagi lulusan baru, pemerintah berupayamempercepat proses adaptasi generasi muda terhadap kebutuhan dunia kerja. Pengalaman kerja yang diperoleh melalui program tersebut akanmenjadi modal penting bagi pencari kerja untuk meningkatkan dayasaingnya.Skema pemberian uang saku setara upah minimum memberikan nilaitambah bagi peserta magang. Selain memperoleh pengalaman praktis, generasi muda juga mendapatkan dukungan ekonomi selama mengikutiproses pembelajaran di lingkungan kerja.Perlindungan terhadap pekerja transportasi daring diperkuat melaluipemberian diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja dan JaminanKesehatan Nasional sebesar 50 persen. Kebijakan ini menunjukkanbahwa perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada sektor formal, tetapijuga kepada kelompok pekerja yang menjadi bagian penting dari ekonomidigital.Penyerapan tenaga kerja di daerah juga diperkuat melalui program padatkarya tunai. Kehadiran program ini memiliki manfaat ganda karenamampu memberikan penghasilan kepada masyarakat sekaligusmendukung pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan daerah.Berbagai program prioritas nasional turut menjadi motor penciptaanlapangan kerja baru. Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satucontoh kebijakan yang memiliki dampak ekonomi luas karena melibatkanrantai pasok yang panjang, mulai dari penyediaan bahan baku hinggadistribusi.Perkiraan penyerapan sekitar 1,5 juta tenaga kerja melalui Program Makan Bergizi Gratis menunjukkan bahwa kebijakan sosial dapat berjalanberiringan dengan agenda penciptaan lapangan kerja. Efek ekonominyamenjangkau berbagai sektor usaha yang terlibat dalam pelaksanaannya.Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih juga memperlihatkanupaya pemerintah memperkuat ekonomi pesisir....
- Advertisement -

Baca berita yang ini