Di Pengungsian, BNPB Bakal Lakukan Swab Antigen untuk Korban Bencana Alam

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) rencananya akan melaksanakan tes cepat antigen Covid-19 untuk para korban bencana alam yang ada di pengungsian, baik yang terdampak di Sulawesi Barat maupun Kalimantan Selatan.

“Dalam waktu dekat akan disampaikan rapid tes antigen untuk wilayah tempat pengungsian agar bisa dipantau,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati, Sabtu 16 Januari 2021.

Raditya berkata, sementara ini pihaknya masih memilah lokasi pengungsian, khususnya kelompok rentan di dalamnya.

Kelompok rentan ini masuk ke dalam kategori lansia, hingga orang dengan penyakit bawaan yang mungkin kondisinya akan semakin buruk jika mereka terpapar Covid-19.

“Ini catatan penting jadi dalam penanganan pengungsian harus dipilah antara kelompok rentan terutama lansia, dan memang mereka yang Covid,” ujarnya.

Rumah sakit yang aktif juga sudah disiagakan untuk tanggap darurat bencana dan pasien terpapar Corona. Namun, Raditya tak menyebut jumlah warga terpapar Covid-19 yang menjadi korban pada bencana besar di dua provinsi itu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini