Dengar Teriakan Jabat Tiga Periode di Yogya, Begini Tanggapan Presiden Jokowi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTAPresiden Jokowi mengaku sering mendengar keinginan masyarakat agar menjabat tiga periode, tetapi dia mengingat masyarakat agar taat pada konstitusi.

Presiden juga mendegarkan teriakan itu selama perjalanan kunjungan kerja di Candi Borobudur dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

“Yang namanya keinginan masyarakat yang namanya teriakan-teriakan seperti itu kan sudah sering. Tetapi yang jelas, konstitusi kita sudah jelas. Kita harus taat, harus patuh terhadap konstitusi, ya,” ujar Jokowi usai melihat Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Rabu 30 Maret 2022.

Teriakan tersebut juga sempat terdengar saat Presiden Jokowi saat hadir dalam Silaturahmi Nasional Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Selasa 29 Maret 2022.

Sebelumnya sejumlah partai politik lebih dahulu menyuarakannya dalam berbagai kesempatan.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menegaskan wacara perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode adalah urusan partai politik, bukan Presiden.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Moratorium SPPG dan Komitmen Menjaga Keberlanjutan Program Gizi Nasional

Oleh : Antonius UtomoKeputusan pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memberlakukan moratorium pembangunan dan pendaftaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) barumemunculkan beragam respons di tengah masyarakat. Sebagian pihak menilai kebijakantersebut sebagai langkah yang berpotensi memperlambat perluasan Program Makan BergiziGratis (MBG), sementara sebagian lainnya melihatnya sebagai upaya strategis untukmemperkuat fondasi program sebelum dilakukan ekspansi lebih lanjut. Di tengah berbagaipandangan tersebut, satu hal yang perlu dipahami adalah bahwa moratorium bukanlahpenghentian program, melainkan bagian dari proses evaluasi guna memastikan keberlanjutandan kualitas layanan gizi nasional.Program MBG merupakan salah satu agenda prioritas pemerintah dalam memperkuat kualitassumber daya manusia Indonesia. Sejak diluncurkan, program ini terus mengalami perluasancakupan dengan dukungan ribuan SPPG yang tersebar di berbagai daerah. Bahkan, BGN mencatat pembangunan puluhan ribu SPPG dalam kurun waktu yang relatif singkat sebagaibentuk percepatan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya peserta didik dan kelompok rentan. Di saat yang sama, skala program yang semakin besar menuntut adanyasistem tata kelola yang semakin kuat dan terukur.Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Trenggono menegaskan bahwa moratorium...
- Advertisement -

Baca berita yang ini