Datang ke Pangkep, BIN Gelar Vaksinasi untuk 1.000 Orang

Baca Juga

MATA INDONESIA, PANGKEP – Badan Intelejen Negara (BIN) Daerah Sulawesi Selatan atau Binda Sulsel menggelar vaksinasi massal di Kabupaten Pangkajene (Pangkep). Kegiatan vaksinasi ini digelar di SMP 1 Pangkajene pada 2 November 2021. Kegiaran ini bekerja sama dengan Dinas Pendidikan setempat.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkep Dr. Sabrun Jamil, S.Pi, M.P, mengatakan bahwa kegiatan pelaksanaan vaksinasi ini dipusatkan di SMP 1 Pangkep.

“Dan dihadiri oleh para siswa dari SMPN 1 Segeri, SMPN 1 Marang, SMPN 1 Mandalle, SMPN 2 Labakkang SMPN 1 Minasatene, beserta masyarakat umum,” ujarnya, dikutip Rabu 3 November 2021.

Dalam kegiatan ini, Binda Sulsel menyediakan 1.000 dosis vaksin untuk pelajar dan masyarakat umum.

Menurut Sabrun, kegiatan ini bertujuan untuk mencegah penularan Covid-19 dan sebagai syarat untuk mengawali pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah.

“Saya mau tidak ada lagi tenaga pendidik dan kependidikan yang tidak divaksin, semuanya harus memiliki sertifikat vaksin,” katanya.

Sementara, Kepala Sekolah, SMPN 1 Pangkep Ahmad Anshari, S.Pd menjelaskan bahwa tenaga pendidik dan pelajar yang ada di sekolahnya sudah divaksin semuanya.

“Untuk pelaksanaan vaksin bagi siswa, sudah 99 persen terlaksana. Jadi yang satu persennya, karna ada riwayat penyakit dan masih di bawah umur,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

CKG dan Strategi Membangun Lingkungan Belajar yang Lebih Sehat

Oleh : Ricky RinaldiKualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum dan fasilitas belajar, tetapijuga oleh kondisi kesehatan peserta didik. Lingkungan belajar yang sehat menjadifondasi penting dalam mendukung proses pendidikan yang optimal. Anak-anak yang memiliki kondisi kesehatan baik akan lebih mampu berkonsentrasi, mengikuti proses pembelajaran, dan mengembangkan potensi diri secara maksimal. Dalam kontekstersebut, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi bagian penting dari strategi pemerintah untuk membangun lingkungan belajar yang lebih sehat dan berkualitas.Selama ini, persoalan kesehatan anak usia sekolah sering kali kurang terdeteksisejak dini. Gangguan kesehatan seperti anemia, masalah gizi, gangguanpenglihatan, hingga penyakit tertentu dapat memengaruhi kemampuan belajarsiswa. Ketika kondisi kesehatan tidak tertangani dengan baik, dampaknya tidakhanya dirasakan secara fisik, tetapi juga pada kualitas pendidikan secarakeseluruhan. Oleh karena itu, pendekatan preventif melalui pemeriksaan kesehatanberkala menjadi sangat penting.Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunansumber daya manusia harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk melaluipenguatan kesehatan anak-anak usia sekolah. Pendidikan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini