Datang ke Jayawijaya, BIN Gelar Vaksinasi untuk 239 Orang

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAYAWIJAYA – Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Papua atau Binda Papua juga menggelar vaksinasi lanjutan di Puskesmas Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggandeng Dinas Kesehatan setempat.

Menurut Kasek Surveilans Imunisasi Dinkes Jayawijaya Dr. Samuel Toding, vaksinasi ini mulanya ditargetkan untuk 250 orang. Namun, akhirnya cuma 239 orang yang bisa divaksin.

“Dengan rincian 199 orang vaksin tahap 1 dan 40 orang vaksin tahap 2. Sementara itu 11 orang tertunda karena hasil tensi tinggi dan tidak hadir,”katanya, Kamis 4 November 2021.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada masyarakat dan pelajar yang hadir untuk mengikuti vaksinasi ini.

“Kami berharap agar ke depannya masyarakat dan pelajar dengan sukarela mengikuti program vaksinasi ini sehingga kita bisa melawan virus Covid-19 ini,” katanya.

Ia juga berjanji akan menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya vaksinasi. Ia juga akan mengedukasi mereka untuk tetap mematuhi protokol kesehatan selama masa Pandemi walaupun sudah divaksin.

“Tujuannya untuk menjaga diri kita, keluarga dan lingkungan sekitar,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini