Daniele Orsato, Wasit yang Ditunjuk Pimpin Final Liga Champions 2020

Baca Juga

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Daniele Orsato dari Italia ditunjuk oleh UEFA untuk memimpin laga final Liga Champions yang mempertemukan Paris Saint-Germain (PSG) versus Bayern Munchen.

Laga pamungkas ini akan berlangsung di Estadio da Luz, Portugal pada Senin 24 Agustus 2020 dini hari WIB.

Laga ini akan menjadi pertandingan final pertama bagi Orsato. Sebelumnya, wasit berusia 44 tahun itu sudah delapan kali memimpin pertandingan di kompetisi tersebut musim ini.

Selain di Liga Champions, Orsato juga pernah memimpin laga di Liga Europa musim ini. Dia turut tercatat menjadi wasit keempat di babak final Liga Europa 2018/2019 yang mempertemukan Chelsea vs Arsenal.

Baik PSG dan Bayern sudah bukan menjadi tim yang asing buat Orsato. Kedua klub tersebut pernah menjalani pertandingan yang dipimpin wasit kelahiran 23 November 1975 tersebut.

Namanya cukup dikenal di Italia. Ia juga sempat memimpin laga final Coppa Italia yang mempertemukan Juventus dan AC Milan beberapa waktu lalu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Teknologi dan Infrastruktur Air Menjadi Andalan Menghadapi Tantangan Kemarau

Oleh: Rendra Fathian )*Pemerintah terus memperkuat berbagai langkah antisipatif dalammenghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebihkering dibandingkan kondisi normal. Tantangan perubahan iklim dan potensi fenomena El Nino mendorong pemerintah untuk mengedepankanpemanfaatan teknologi serta penguatan infrastruktur air sebagaiinstrumen utama dalam menjaga ketahanan masyarakat, keberlanjutansektor pertanian, dan stabilitas pembangunan nasional.Upaya pemerintah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanyaberfokus pada penanganan dampak setelah bencana terjadi, tetapi juga menempatkan mitigasi sebagai bagian penting dari strategi pembangunan. Pendekatan yang berbasis data, teknologi, dan koordinasilintas sektor menjadi fondasi untuk memastikan masyarakat dapatmenghadapi musim kemarau dengan kesiapan yang lebih baik.Peringatan mengenai potensi kemarau yang lebih kering telahdisampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa Indonesia berpotensi mengalami fenomena El Nino pada tahun 2026. Prediksitersebut telah disampaikan sejak Maret 2026 dan kemudian diperkuatoleh informasi yang dirilis Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada awal Juni 2026.Menurut Faisal, El Nino dan musim kemarau merupakan dua fenomenayang berbeda, namun keduanya dapat memengaruhi kondisi curah hujandi berbagai wilayah Indonesia. Hasil pemantauan BMKG hingga akhir Mei menunjukkan indeks ENSO telah mencapai angka yang mengindikasikankondisi El Nino, sementara sebagian wilayah Indonesia telah memasukimusim kemarau.Pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan risiko iklim menjadi salah satukekuatan yang dimiliki Indonesia saat ini. Dukungan data dari BMKG, pemantauan satelit, serta sistem peringatan dini memungkinkanpemerintah daerah dan berbagai instansi terkait mengambil keputusanberdasarkan kondisi aktual di lapangan. Pendekatan ini jauh lebih efektifdibandingkan mengandalkan respons setelah dampak kekeringan mulaidirasakan masyarakat.Di Jawa Barat, misalnya,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini