Daftar Harga Telur di Berbagai Wilayah Indonesia dari Peternak

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Saat ini, telur ayam menjadi produk ternak dengan permintaan paling tinggi di pasaran. Karena hal tersebut, harga telur ayam kian meroket tinggi. Bahkan, diperkirakan kenaikan ini akan terus berlanjut hingga awal tahun depan.

Pada dasarnya, sebelum jatuh ke tangan konsumen, telur-telur tersebut harus melewati beberapa tahap terlebih dahulu.

Pertama, para pemasok akan mengirimkan permintaan terhadap peternak. Selanjutnya, pemasok dan peternak akan bertransaksi untuk menentukan harga. Setelah harga disepakati oleh kedua belah pihak, pemasok akan menyuplai telur-telur tersebut ke pedagang grosir.

Di tangan pemasok, harga telur tidak sama dengan harga yang ditetapkan oleh peternak. Mereka menjualnya dengan harga yang lebih mahal.

Setelah sampai kepada pedadang grosir, telur-telur tersebut akan dibeli oleh pedagang eceran. Dari pedagang eceran tersebut lah telur akan sampai ke tangan konsumen.

Dalam satu wilayah, harga telur tidak selalu sama antara peternak satu dengan yang lainnya. Harganya bervariasi, dengan selisih antara Rp 200 hingga Rp 600 per kilogram. Hal ini disebabkan oleh kualitas telur itu sendiri, perbedaan berat timbangan dan ukuran telur, serta apakah telur tersebut stock lama atau baru.

Mengutip laman Youtube Sahabat Peternak per tanggal 21 Desember 2020, harga telur dari peternak di Banten mencapai Rp 25.500 per kilogram. Harga ini naik Rp 200 dibanding harga sebelumnya. Sedangkan di Bogor, harga telur turun Rp 200 menjadi Rp 25.300 per kilogram. Untuk harga telur di Bandung dan Sukabumi menyentuh harga Rp 26.000 per kilogram.

Di Jawa Tengah, harga telur terendah terdapat di Surakarta dengan kisaran Rp 24.200. Harga ini turun Rp 300 dibanding hari sebelumnya. Sedangkan di Magelang, Banyumas, dan Yogyakarta harga telur mencapai Rp 24.800 per kilogram.

Harga telur berkisar Rp 23.000 hingga Rp 25.000 di Jawa Timur. Di Bangkalan contohnya, harga telur menembus Rp 25.500 untuk setiap kilonya. Sedangkan di Jember harga telur mengalami penurunan sebanyak Rp 600 menjadi Rp 23.600 per kilogramnya.

Di Sumatrea Selatan harga telur ayam mencapai Rp 23.500 per kilogram. sedangkan, di Lampung mencapai harga Rp 25.000 per kilogram.

Reporter: Diani Ratna Utami

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dimethyl Ether dan Transformasi Ketahanan Energi Indonesia

Oleh : Ricky Rinaldi *)Ketahanan energi menjadi salah satu isu strategis yang menentukan arahpembangunan nasional di tengah dinamika global yang terus berubah. Ketergantungan terhadap energi impor, fluktuasi harga komoditas internasional, serta meningkatnya kebutuhan energi domestik menuntut Indonesia untukmelakukan transformasi kebijakan secara menyeluruh. Dalam konteks tersebut, pengembangan Dimethyl Ether (DME) menjadi salah satu langkah penting dalammemperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantunganterhadap impor LPG.DME dipandang sebagai alternatif energi yang memiliki potensi besar untukmendukung kebutuhan rumah tangga dan industri. Pemanfaatan sumber dayadomestik untuk produksi DME membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuatkemandirian energi. Dengan cadangan batu bara yang melimpah serta potensihilirisasi energi yang besar, pengembangan DME menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun sistem energi yang lebih berkelanjutan.Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan energi harus dibangunmelalui pemanfaatan sumber daya nasional secara optimal. Indonesia tidak dapatterus bergantung pada impor energi yang rentan terhadap gejolak global. Oleh karena itu, transformasi sektor energi menjadi prioritas untuk memastikan kebutuhanmasyarakat dapat terpenuhi secara stabil dan berkelanjutan.Pengembangan DME juga menjadi bagian dari agenda hilirisasi industri nasional. Selama ini, sumber daya alam Indonesia banyak diekspor dalam bentuk bahanmentah tanpa memberikan nilai tambah maksimal di dalam negeri. Melalui hilirisasi, komoditas domestik dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi yang mendukungkebutuhan nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menekankan bahwatransformasi energi harus diarahkan pada penguatan kemandirian nasional. Pengembangan DME tidak hanya bertujuan mengurangi impor LPG, tetapi juga memperkuat industri dalam negeri dan menciptakan lapangan kerja baru. Denganpendekatan yang terintegrasi, sektor energi dapat menjadi motor pertumbuhanekonomi nasional.Salah satu keuntungan utama pengembangan DME adalah potensi penghematandevisa negara. Selama ini, impor LPG menjadi salah satu komponen besar dalampengeluaran energi nasional. Dengan memanfaatkan DME sebagai substitusi, ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi secara bertahap. Langkah inimemberikan ruang fiskal yang lebih besar bagi pemerintah untuk mendukung sektorstrategis lainnya.Selain aspek ekonomi, pengembangan DME juga memiliki dampak strategisterhadap stabilitas pasokan energi. Ketika dunia menghadapi ketidakpastiangeopolitik dan fluktuasi harga energi, negara yang memiliki sumber energi domestikyang kuat akan lebih siap menghadapi tekanan global. Dengan memperkuatproduksi energi dalam negeri,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini