City Bakal Gak Bisa Main di Liga Champions Kalau Urusan Ini Belum Beres

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Meski menjuarai Liga Inggris, Manchester City terancam tidak bisa berlaga di Liga Champions tahun depan karena dinilai melanggar aturan pengawasan keuangan.

Lembaga investigasi keuangan sepakbola Football Leaks pernah mengungkapkan City dan sponsor mereka dilaporkan memanipulasi nilai kontrak untuk menghindari peraturan keuangan dari UEFA atau Financial Fair Play, November 2018.

Media berpengaruh Jerman, Der Spiegel mengklaim telah melihat dokumen internal yang menunjukkan bahwa jajaran direksi City membahas bagaimana mereka harus menghapus kekurangan £ 9,9 juta pada tahun 2013.

Der Spiegel juga melaporkan bahwa pemilik City Sheikh Mansour memberikan suntikan moneter untuk kesepakatan yang ada dengan sponsor di Abu Dhabi, di mana dia sendiri adalah bagian dari keluarga kerajaan, untuk menginvestasikan lebih banyak uang ke klub.

City pada Selasa 14 Mei 2019 sudah mengeluarkan pernyataan telah memberikan “bukti komprehensif” bahwa klub ini tidak melanggar regulasi keuangan.

Tetapi, sumber Associated Press mengatakan larangan Liga Champions dimintakan oleh para penyelidik keuangan badan sepak bola Eropa UEFA yang memastikan laporan New York Times.

Sumber itu meminta namanya tidak disebutkan karena kasus tersebut masih rahasia dan tengah diselidiki.

Sebuah panel keuangan klub independen tengah mempelajari bukti yang dipublikasikan dalam Football Leaks.

Sementara itu dalam pernyataannya, City menyebut “tuduhan penyimpangan keuangan sama sekali bohong, dan bukti komprehensif mengenai fakta ini telah diberikan.”

City juga menyatakan sistem pembukuan keuangan mereka telah memenuhi kaidah hukum dan aturan yang ada.

Berita Terbaru

Pelayanan Haji 2026 Mendapat Banyak Apresiasi

*) Oleh : Deva BarunaPelaksanaan ibadah haji tahun 2026 mendapat banyak apresiasi dari para jemaahIndonesia maupun berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraannya. Berbagaipembenahan layanan yang dilakukan sejak awal keberangkatan hingga kepulangandinilai memberikan kenyamanan yang lebih baik. Tidak sedikit jemaah yang mengakumerasa lebih tenang karena sistem pelayanan yang semakin tertata dan responsif. Mulai dari proses pemberangkatan di embarkasi, pendampingan selama di Tanah Suci, hingga layanan kesehatan dan konsumsi, semuanya berjalan dengan lebih baikdibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Situasi ini menjadi gambaran bahwa upayapeningkatan kualitas pelayanan haji terus menunjukkan hasil positif.Salah satu aspek yang paling banyak mendapat perhatian adalah peningkatanpelayanan transportasi dan akomodasi. Jemaah merasakan kemudahan saatperpindahan dari satu lokasi ibadah ke lokasi lainnya karena koordinasi petugas dinilailebih sigap dan terorganisasi. Bus antarjemput yang tersedia lebih teratur sehinggamampu mengurangi kepadatan dan antrean panjang, terutama saat puncakpelaksanaan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Selain itu, fasilitas penginapanjuga dianggap semakin nyaman dengan kebersihan yang lebih terjaga serta jarak hotel yang relatif dekat dengan pusat kegiatan ibadah. Kondisi ini membuat jemaah, khususnya lanjut usia, merasa lebih terbantu dalam menjalankan rangkaian ibadah haji...
- Advertisement -

Baca berita yang ini