Cihuy, THR PNS Cair Lebih Cepat di H-10 Idul Fitri

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pemerintah menyatakan, pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk PNS dapat dilakukan lebih cepat, yakni H-10 Idul Fitri.

“Untuk ASN, Pak Menko (Airlangga Hartarto) kemarin sudah sampaikan ke bu Menteri Keuangan untuk bisa dibayarkan H-10,” kata Sekretaris Kemenko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, Kamis 15 April 2021.

Sementara untuk THR para pekerja swasta, sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Nomor M/6/HK.04/IV/2021, pencairan ditetapkan maksimal H-7 lebaran.

Dengan pencairan THR untuk PNS yang lebih cepat, Susiwijono mengatakan hal ini dapat mendorong konsumsi rumah tangga dan peningkatan daya beli yang sempat lesu di masa-masa pandemi Covid-19 ini.

“Sehingga kira-kira 10 hari terakhir, baik ASN maupun karyawan swasta mempunyai daya beli dan diharapkan berbelanja,” ujarnya.

Selain pencairan THR yang dipercepat, pemerintah juga menyusun berbagai program untuk meningkatkan daya beli, salah satunya adalah Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas), yang diselenggarakan menjelang lebaran.

“H-7 atau H-5 kita bikin harbolnas untuk mendorong spending masyarakat agar membantu pertumbuhan ekonomi di kuartal II,” kata dia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini