Bukan Warga Sipil, TNI Tembak Mati Wakil Komandan OPM yang Resahkan Warga di Intan Jaya

Baca Juga

MataIndonesia, INTAN JAYA – Operasi pengamanan yang dilakukan aparat TNI di Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, berujung pada tewasnya seorang anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat/Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) yang diketahui menjabat sebagai Wakil Komandan Operasi Batalyon Metua Kodap VIII/Intan Jaya. Peristiwa tersebut sekaligus membantah berbagai narasi yang menyebut korban merupakan warga sipil, karena aparat menyatakan yang bersangkutan merupakan anggota kelompok bersenjata yang telah lama masuk dalam data pemantauan keamanan.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menjelaskan bahwa korban bernama Okto Tigau memiliki peran penting dalam struktur TPNPB-OPM di wilayah Intan Jaya. Berdasarkan data yang dimiliki aparat keamanan, Okto Tigau diketahui menjabat sebagai Wakil Komandan Operasi Batalyon Metua Kodap VIII/Intan Jaya serta diduga terlibat dalam berbagai aksi kekerasan yang selama ini menimbulkan keresahan masyarakat.

Berdasarkan data yang dimiliki aparat keamanan, Okto Tigau diketahui merupakan anggota TPNPB-OPM yang menjabat sebagai Wakil Komandan Operasi Batalyon Metua Kodap VIII/Intan Jaya. Yang bersangkutan terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan di Intan Jaya, antara lain penembakan terhadap aparat keamanan, penembakan pekerja sipil, penyiksaan warga, serta berbagai aksi intimidasi terhadap masyarakat. Penyampaian informasi ini dimaksudkan untuk memberikan konteks mengenai situasi yang dihadapi personel di lapangan,” ujar Wirya.

Ia menerangkan, insiden tersebut bermula ketika personel TNI yang sedang melaksanakan tugas pengamanan rutin mendeteksi empat orang bergerak secara sembunyi-sembunyi menuju pos pada malam hari. Sesuai prosedur, aparat memberikan peringatan secara bertahap. Namun, kelompok tersebut tidak mengindahkan peringatan dan justru memulai kontak tembak sekitar pukul 22.00 WIT.

Peristiwa bermula ketika personel yang sedang melaksanakan tugas pengamanan mendeteksi empat orang bergerak secara sembunyi-sembunyi menuju pos pada malam hari. Sesuai prosedur, personel memberikan peringatan secara bertahap. Namun peringatan tersebut tidak direspons, dan sekitar pukul 22.00 WIT terjadi kontak tembak yang diawali oleh kelompok tersebut. Berdasarkan pengamatan di lapangan, tiga orang melarikan diri, sementara satu orang terjatuh di sekitar lokasi,” jelasnya.

Di sisi lain, Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, kembali mengingatkan TPNPB agar tidak menjadikan kampung-kampung yang dihuni masyarakat sebagai lokasi aktivitas maupun kontak bersenjata. Menurutnya, keberadaan kelompok bersenjata di kawasan permukiman hanya akan meningkatkan risiko keselamatan warga sipil yang tidak terlibat dalam konflik.

TPNPB tidak boleh beraktivitas di rumah-rumah masyarakat,” tegas Aner. Ia menambahkan, “Ketika aparat keamanan melakukan pengejaran, masyarakat yang tinggal di kampung berpotensi menjadi sasaran dalam insiden baku tembak. Jadi, sekali lagi TPNPB tolong tinggalkan kampung-kampung yang dihuni masyarakat sipil. Kalau mau kontak tembak dengan aparat, silakan cari lokasi yang kosong dan jadikan tempat perang.

Sebagai kepala daerah, Aner juga berharap seluruh pihak mengutamakan keselamatan masyarakat. Ia meminta agar kampung-kampung tidak lagi dijadikan arena konflik serta menegaskan bahwa perlindungan terhadap warga sipil harus menjadi prioritas utama. “Masyarakat sipil harus kita lindungi. Jangan jadikan kampung-kampung tempat tinggal warga sebagai lokasi perang. Mohon, jangan sampai ada lagi masyarakat yang menjadi korban,” tutupnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Masyarakat Butuh Kedamaian, Usir TPNPB dari Intan Jaya

Oleh: Lekimi ArnesBagi setiap orang yang lahir dan besar di Intan Jaya, kampung bukan sekadar tempat tinggal. Kampung adalah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini