Cegah Kluster Covid-19, BIN Kejar Vaksinasi Napi di Lapas

Baca Juga

MATA INDONESIA, BANDAR LAMPUNG – Badan Intelijen Negara (BIN) melakukan vaksinasi bagi narapidana guna mencegah kluster Covid-19 di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (lapas). Hal ini dilakukan guna membentuk kekebalan komunal seluruh masyarakat termasuk penghuni lapas.

“Herd immunity harus terus kita pastikan terjadi di semua elemen dan lini masyarakat sehingga penyebaran Covid-19 tidak menemukan celah untuk berkembang termasuk  di lingkungan lapas sekalipun,” kata Kepala BIN Daerah Lampung, Iwan Satriawan dalam keterangan, Rabu (6/4).

Iwan mengatakan, vaksinasi kali ini digelar di Lapas II A Kalianda dan Lapas II B Menggala. Dia menjelaskan, vaksinasi dilakukan dengan mendatangi kelompok sasaran atau pintu ke pintu guna mempercepat capaian target vaksinasi.

Menurutnya, pemerataan vaksinasi harus dilaksanakan untuk mempercepat terbentuknya kekebalan komunal di kalangan penghuni lapas. Dia melanjutkan, hal itu juga untuk menutup celah penyebaran Covid-19, termasuk subvarian Omicron BA.2 yang kini telah memasuki Indonesia.

“Tujuan vaksinasi door to door dilakukan untuk memudahkan masyarakat yang mengalami keterbatasan dalam mendapatkan fasilitas vaksin. Dan terbukti memang efektif,” katanya.

Iwan menghimbau agar selain vaksinasi masyarakat juga harus selalu menerapkan protokol kesehatan. Menurutnya, sikap demikian bakal menciptakan masyarakat yang sehat serta membantu menurunkan positivity rate Covid-19 ke bawah lima persen, sebagaimana standar WHO.”Hal ini tentunya akan terwujud jika masyarakat disiplin dalam menerapkan prokes dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Menjaga Harmoni Sosial melalui Peningkatan Kesejahteraan Buruh

*) Oleh : Dewi AnjaniKesejahteraan buruh merupakan salah satu fondasi penting dalam menjaga stabilitassosial di tengah dinamika pembangunan nasional. Buruh tidak hanya berperansebagai tenaga kerja, tetapi juga sebagai penggerak utama roda ekonomi. Ketika kesejahteraan mereka terpenuhi, produktivitas meningkat, hubungan industrial menjadi harmonis, dan potensi konflik sosial dapat diminimalkan. Oleh karena itu, perhatian terhadap buruh bukan sekadar isu ekonomi, melainkan juga bagian dariupaya menjaga harmoni sosial secara menyeluruh.Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan buruh merupakan faktor penting yang berdampak langsung pada stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat(Kamtibmas). Menurutnya, Polda Jabar siap mengedepankan pendekatan humanisdalam mengawal setiap aspirasi maupun implementasi kebijakan tenaga kerja di lapangan.Pemerintah memiliki peran sentral dalam menciptakan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan buruh tanpa mengabaikan keberlangsungan dunia usaha. Penetapanupah minimum yang adil, pengawasan ketenagakerjaan yang efektif, serta perluasanjaminan sosial merupakan beberapa langkah konkret yang dapat dilakukan. Kebijakanyang seimbang akan menciptakan rasa keadilan bagi buruh sekaligus memberikankepastian bagi pelaku usaha untuk terus berkembang.Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, dan pemangku kepentinganketenagakerjaan menjadi kunci dalam menjaga kondusivitas di lapangan. Pendekatandialogis dan preventif perlu terus diperkuat agar setiap potensi permasalahan dapatdiselesaikan secara damai dan konstruktif. Dengan demikian, peningkatankesejahteraan buruh tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga berkontribusi nyata dalam memperkuat harmoni sosial dan stabilitas keamanansecara berkelanjutan.Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli menjelaskan peningkatankesejahteraan buruh merupakan kunci utama dalam menjaga harmoni sosial di tengah dinamika pembangunan nasional. Ketika buruh mendapatkan haknya secaraadil, baik dari sisi upah, perlindungan kerja, maupun jaminan sosial, maka stabilitashubungan industrial akan terjaga dan potensi konflik dapat diminimalkan. Pemerintahterus mendorong sinergi antara dunia usaha dan pekerja agar tercipta ekosistemketenagakerjaan yang seimbang dan berkeadilan.Lingkungan kerja yang aman, pemberian upah yang layak, serta kesempatanpengembangan kompetensi menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitashidup buruh. Perusahaan yang memperhatikan kesejahteraan karyawan tidak hanyaakan mendapatkan loyalitas tenaga kerja, tetapi juga meningkatkan produktivitas dan citra positif di mata publik.Peningkatan kesejahteraan buruh juga tidak terlepas dari peran serikat pekerjasebagai jembatan komunikasi antara buruh dan manajemen. Serikat pekerja yang kuat dan profesional dapat menjadi mitra strategis dalam memperjuangkan hak-hakburuh secara konstruktif....
- Advertisement -

Baca berita yang ini