Cegah Kerumunan, Mahasiswa Kerahkan Robot di Acara Wisuda

Baca Juga

MATA INDONESIA, TOKYO – Di tengah wabah Covid19 akibat virus Corona, lulusan Business Breakthrough University di Tokyo mewakilkannya kepada robot yang dikendalikan sendiri para wisudawan dari rumah untuk upacara wisuda agar tidak tercipta kerumunan. Bagian wajah robot diganti dengan tablet yang dihubungkan langsung masing-masing wisudawan melalui skype.

Seperti halnya upacara wisuda, rektor dan para petinggi kampus memanggil satu per satu nama wisudawan. Nah, saat itu yang datang ke depan para profesor itu adalah robot-robot yang dikendalikan dari rumah tadi.

Sesampainya di depan rektor, robot-robot itu diberikan sertifikat kelulusan sesuai nama wisudawan.

Robot yang dijuluki “Newme” dikembangkan oleh ANA Holdings dengan asesoris lengkap seperti halnya wisudawan dimana pun, mengenakan topi kelulusan dan jubah.

Setelah mendapat sertifikat kelulusan, para robot itu berjalan menjauhi para petinggi kampus.

Seperti dilaporkan Reuters, Kazuki Tamura, salah seorang wisudawan sangat menikmati acara itu dengan mengoperasikan avatar komputernya untuk mengendalikan robot tersebut agar bisa menerima sertifikat tersebut.

“Ini benar-benar pengalaman baru untuk menerima sertifikat di area publik, pada saat yang sama saya berada di ruang pribadi,” kata Kazuki Tamura.

Universitas itu berharap cara tersebut dapat diadopsi sekolah lain yang ingin menghindari pertemuan massal.

Namun, mencerminkan dunia manusia, sekolah membatasi upacara hanya untuk empat lulusan sehingga robot dapat mempraktikkan jarak sosial di tengah pandemi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Indonesia-Singapura dan Jalan Baru Kemitraan Investasi Strategis

Oleh: Ferry Permahadi)*Hubungan Indonesia dan Singapura selama beberapa dekade telah berkembangmenjadi salah satu kemitraan bilateral paling penting di kawasan Asia Tenggara. Selain karena kedekatan geografis, intensitas kerja sama yang terus meningkat juga menjadikan kedua negara memiliki kepentingan strategis untuk memperkuatkolaborasi jangka panjang.Di tengah dinamika ekonomi global yang dipenuhi ketidakpastian, penguatankemitraan bertujuan untuk membangun ekosistem investasi, perdagangan, dan pembangunan berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, setiap kesepakatan strategis yang dihasilkan memiliki arti penting bagiarah pertumbuhan ekonomi kawasan.Presiden Prabowo menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Singapura memasuki fase baru yang lebih konkret melalui berbagai kesepakatan yang dihasilkan dalam Leaders' Retreat bersama Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong. Menurutnya, pertemuan tersebut menghasilkan puluhan kerja sama strategisyang mencakup berbagai sektor, mulai dari ekonomi, investasi, energi, pertahanan, hingga pengembangan sumber daya manusia.Ia memandang bahwa hubungan kedua negara bukan hanya menjaga komunikasidiplomatik, tetapi diarahkan untuk menghasilkan implementasi nyata yang mampumemperkuat daya saing ekonomi nasional. Berbagai kesepakatan yang dicapaimenunjukkan adanya komitmen bersama untuk menjawab tantangan global melaluikolaborasi yang saling menguntungkan.Presiden Prabowo juga menekankan bahwa Indonesia memandang Singapura sebagai mitra strategis yang memiliki peran penting dalam pembangunan ekonominasional. Kepercayaan yang terus terbangun selama bertahun-tahun menjadi modal kuat untuk memperluas kerja sama pada sektor-sektor baru yang memiliki nilaitambah tinggi.Komitmen tersebut menjadi sinyal positif bagi dunia usaha dan investor internasional. Sebab, ketika hubungan antarnegara dibangun di atas kepercayaandan kepastian kerja sama, iklim investasi akan menjadi lebih kondusif sehinggamampu mendorong masuknya modal baru yang mendukung penciptaan lapangankerja.Bagi Indonesia, kerja sama investasi bukan sekadar menghadirkan aliran modal, tetapi juga membuka akses terhadap teknologi, peningkatan kapasitas sumber dayamanusia, serta pengembangan industri bernilai tambah. Sebaliknya, bagi Singapura, Indonesia menawarkan pasar yang besar dan peluang investasi jangka panjang.Pandangan serupa disampaikan Perdana Menteri...
- Advertisement -

Baca berita yang ini