Catatan Tak Terkalahkan Chelsea Era Tuchel Terhenti

Baca Juga

MATA INDONESIA, LONDONChelsea akhirnya menelan kekalahan untuk pertama kalinya di era Thomas Tuchel. The Blues ditaklukkan West Bromwich Albion.

Berlaga di Stamford Bridge, Sabtu 3 April 2021, Chelsea kalah dengan skor 2-5. Dua gol Si Biru dicetak Christian Pulisic dan Mason Mount. Lima gol tim tamu dicetak Matheus Pereira (2), Callum Robinson (2), dan Mbaye Diagne.

Chelsea sebenarnya memulai laga dengan nyaman dan unggul melalui gol Pulisic. Tapi, kartu merah yang didapat Thiago Silva di menit ke-29 merusak segalanya. Tim tamu bisa membalikkan skor dan menang 5-2.

Ini adalah kekalahan pertama Chelsea sejak dilatih Tuchel yang menggantikan Frank Lampard. Sebelumnya, klub London Utara tak terkalahkan dalam 14 petandingan.

“Kami tak bisa beradaptasi dengan situasi dan itu mengejutkan karena kami bisa unggul lebih dulu. Biasanya kami percaya diri dalam bertahan, tapi kali ini kami ceroboh dan terus melakukan kesalahan. Kami dihukum dan kekalahan ini sulit diterima,” kata Tuchel, dikutip dari BBC, Sabtu 3 April 2021.

“Saya tak melihat insiden kartu merah. Saya hanya melihat dua kesalahan besar di pertahana sendiri sebelum dua kartu kuning itu. Kami tak seperti ini biasanya, kami seperti berkarat. Setiap membuat kesalahan, kami dihukum,” ujarnya.

“Saya berusaha menerapkan tiga bek untuk memberikan sedikit rasa aman, tapi permainan tak berjalan lancar. Kami punya beberapa peluang, tapi tidak bertahan dengan baik. Tidak ada apa-apa sebelum kartu merah. Setelah itu, kami sulit mengatasi situasi. Kami memberikan dua gol untuk lawan dengan mudah,” ungkapnya.

Kekalahan ini tak mengubah posisi Chelsea di peringkat empat mengemas 51 poin. Tapi, mereka bisa tergeser ke peringkat lima andai West Ham United bisa meraih kemenangan lawan Wolverhampton, Selasa 6 April 2021 dini hari WIB.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini