Nyaris Dipecundangi Sampdoria, Pioli: Milan Main Jelek

Baca Juga

MATA INDONESIA, MILANAC Milan nyaris dipecundangi Sampdoria di kandang sendiri. Stefano Pioli mengakui anak asuhnya tak bermain bagus usai kembali dari jeda internasional.

Berlaga di San Siro, Sabtu 3 April 2021, Milan ditahan imbang Sampdoria 1-1. Tim tamu mencetak gol melalui Fabio Quagliarella. Jens Petter Hauge menyelematkan muka Milan berkat gol di menit ke-87.

Gol Sampdoria tercipta berkat kesalahan umpan Theo Hernandez yang dimanfaatkan Quagliarella. Milan sebenarnya bisa menang di laga ini andai tendangan Franck Kessie di injury time tak membentur tiang.

“Saya setuju kami tidak tampil bagus meskipun sebenarnya kami bisa saja menang andai bola sepakan Kessie tak membentur tiang,” ujar Pioli, dikutip dari Football Italia, Sabtu 3 April 2021.

“Kami tampil biasa sekali, tampil tanpa ritme, dan pendekatan kami tidak tepat. Ini pertandingan yang rumit untuk kami,” katanya.

“Sampdoria main persis seperti pertemuan pertama. Hari ini, sedikit sekali ritme. Pertahanan lawan juga bagus dan terorganisir. Penampilan kami harusnya tak seperti ini. Harusnya kami tampil lebih intens dan berkualitas. Hasil yang mengecewakan dan kami harus bangkit secepatnya,” ungkapnya.

Hasil imbang lawan Sampdoria untuk sementara tak mengubah posisi Rossoneri di peringkat dua klasemen Serie A mengemas 60 poin dari 29 pertandingan. Mereka tertinggal lima poin dari Inter Milan yang baru memainkan 27 laga.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemulihan Infrastruktur Pascagempa NTT Utamakan Keselamatan dan Martabat Warga

Oleh : Antonius UtomoPemulihan pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menjadi bagian dari komitmenpemerintah dalam memastikan masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas secara aman, nyaman, dan produktif. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah, BNPB, aparat, sertaberbagai unsur masyarakat memperkuat koordinasi untuk mempercepat proses pemulihansekaligus membangun kembali berbagai fasilitas dengan kualitas dan ketangguhan yang semakinbaik.Tahapan pemulihan tidak hanya diarahkan untuk mengembalikan fungsi fasilitas publik, tetapijuga menjadi momentum memperkuat kualitas pembangunan di NTT. Rehabilitasi dan rekonstruksi dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat serta prinsip pembangunanyang lebih tangguh. Dengan pendekatan tersebut, setiap pembangunan kembali diharapkanmampu memberikan manfaat jangka panjang sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidupmasyarakat.Pemerintah menempatkan keselamatan dan kebutuhan masyarakat sebagai prioritas utama dalamproses pemulihan. Berbagai langkah dilakukan secara terpadu untuk memastikan layanan dasar, fasilitas publik, konektivitas, dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan secara optimal. Sinergi antarlembaga menjadi kekuatan penting dalam memastikan setiap tahapan pemulihanberlangsung secara terarah, cepat, dan tepat sasaran.Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan komitmenpemerintah untuk memastikan penanganan pascagempa berjalan secara cepat dan terkoordinasi. Pemerintah terus mengoptimalkan komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah sehinggaberbagai kebutuhan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti. Koordinasi tersebut menjadi bagianpenting dalam memastikan proses pemulihan berjalan efektif sekaligus memberikan kepastiankepada masyarakat.Dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi, pembangunan kembali infrastruktur menjadi salah satu prioritas penting. Jalan, jembatan, fasilitas kesehatan, sekolah, sarana air bersih, sertafasilitas pelayanan publik lainnya menjadi bagian dari agenda pemulihan. Pembangunan kembalitersebut sekaligus diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan ketahanan infrastruktur sehinggamampu memberikan pelayanan yang semakin optimal kepada masyarakat.Pendekatan membangun kembali dengan kualitas yang lebih baik menjadi bagian penting daripemulihan pascagempa. Infrastruktur yang dibangun tidak hanya mempertimbangkan fungsipelayanan, tetapi juga aspek keselamatan, kualitas konstruksi,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini