Cakupan Vaksinasi Covid-19 yang Tinggi Tekan Lonjakan Omicron.

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Vaksinasi Covid-19 dengan cakupan yang tinggi dapat menekan laju lonjakan Varian Omicron.

Hal itu diungkapkan epidemiolog Universitas Indonesia, Pandu Riono berkaitan upaya menghadapi hasil mutasi Virus SARS-Cov-2 tersebut, Senin 24 Januari 2022.

“Bisa meningkat cepat, bila penduduk yg berisiko terinfeksi tidak berubah. Hanya cakupan vaksinasi yg tinggi dapat tekan lonjakan, karena menekan jumlah susceptible,” ujar Pandu.

Menurut dia, kasus harian yang dipengaruhi Omicron pasti akan meningkat karena dibantu dengan liburan tahun baru dan imlek.

Pemerintah Indonesia, menurut Pandu, sudah memantapkan langkah menuntaskan vaksinasi Covid-19 bagi penduduk, agar Indonesia bisa mengendalikan pandemi dengan lebih sustain. Dia mengingatkan tidak perlu mendengarkan opini orang-orang yang menolak vaksin.

Percepatan vaksinasi covid-19 juga menjadi fokus langkah Kementerian Kesehatan untuk menekan pandemi Covid-19 menjadi endemi. Terutam untuk kalangan lansia dan anak-anak.

Langkah itu juga dikombinasikan dengan tes PCR dengan SGTF yang bisa langsung mendeteksi varian omicron.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini