Butterfly Unggah Potret Suami dengan Wanita Lain, Bakal Cerai?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Lama tak terdengar kabarnya, ternyata DJ Katty Butterfly sedang mengalami masa sulit, dimana biduk rumah tangganya tengah diujung tanduk.

Hal itu terungkap lewat akun Instagramnya, dimana ia mengunggah potret sang suami Andri Tanu Wijaya dengan wanita lain.

Santer dikabarkan bahwa wanita tersebut merupakan kekasih dari suami Katty. Berupaya untuk lapang dada, Katty mengatakan bahwa bagaimana pun perasaan sang suami dengan wanita tersebut, ia ikut bahagia.

Dalam potret tersebut, suami Katty terlihat begitu akrab dengan wanita tersebut. Posenya wajah mereka begitu dekat dan tersenyum ke arah kamera.

Lewat keterangan foto, ibu satu anak itu mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada sang suami karena selama dua tahun ini telah menjadi bagian dalam hidupnya.

“Thanks for everything thanks for take care of me 2 tahun ini. I’m sorry if my bahasa gak bagus dan bikin u tersinggung,” papar wanita asal Thailand itu.

Lebih lanjut DJ Katty mengatakan, jika sang suami bahagia, ia pun akan ikut bahagia. Tentu ini menjadi hal memilukan mengingat mereka baru saja dikaruniai seorang anak.

“I always forgive u everything if you very happy with this girl will happy for u,” ujar DJ Katty.

Di kolom komentar, ramai-ramai warganet mengirim semangat untuk DJ Katty. Salah satunya datang dari sahabatnya yang juga seorang DJ ternama, Dinar Candy. Dinar mengaku sedih dengan apa yang terjadi pada DJ Katty.

“OMG Katty so sad,” kata Dinar dengan emoticon menangis.

Banjir dukungan untuknya, Katty sendiri memilih untuk tak membalas komentar dari warganet. Melihat sang suami berfoto dengan wanita lain di tengah kabar keretakan rumah tangganya, ini bukan hal mudah bagi DJ Katty.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG dan Komitmen Pemerintah dalam Transparansi Anggaran Jaminan Gizi Berkualitas

Oleh: Dhita Karuniawati )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus diperkuat dari sisitata kelola anggaran agar pelaksanaannya berjalan transparan, akuntabel, dan tepatsasaran. Pemerintah menegaskan bahwa setiap komponen pembiayaan dalamprogram ini telah diatur secara ketat dan harus mengikuti standar yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa manfaat program benar-benar dirasakanoleh masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima utama program. Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalampelaksanaan MBG menegaskan bahwa anggaran untuk bahan makanan dalamprogram tersebut telah ditentukan secara jelas. Besaran anggaran tersebut beradapada kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi makanan, bukan Rp15.000 sepertiyang sempat beredar di masyarakat. Kebijakan ini ditetapkan agar penyedia makanandapat memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang bagi para penerima manfaat tanpamengabaikan prinsip efisiensi anggaran negara. Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa angka Rp13.000–Rp15.000 yang muncul di beberapa sumber tidakmurni untuk bahan makanan, melainkan sudah termasuk biaya operasional, insentifmitra pelaksana, serta kebutuhan pendukung lain. BGN menegaskan bahwa semua penerima manfaat tetap akan memperoleh makananyang bergizi dan aman dikonsumsi. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mengawasi kualitas bahan makanan, memastikan menu sesuai standar gizi yang ditetapkan. Nanik mengatakan Program MBG tetap memperhatikan kelompok prioritas seperti ibuhamil, ibu menyusui, dan balita usia 6–59 bulan. Kualitas makanan menjadi prioritasutama agar tujuan gizi masyarakat tercapai secara optimal. Masyarakat juga diberikan ruang untuk melaporkan dugaan penyimpangan dalam menu MBG. BGN memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku, demi menjaga transparansi dan akuntabilitas program. Dengan penegasan ini, BGN berharap publik memahami bahwa anggaran untuk bahanmakanan MBG tetap sesuai aturan Rp8.000–Rp10.000, dan setiap penerima manfaattetap memperoleh makanan bergizi tanpa mengurangi kualitas. Selain pengaturan standar anggaran, pemerintah juga memperkuat aspek transparansimelalui pengembangan sistem pelaporan keuangan yang terintegrasi. Upaya inidilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan dana dalam program MBG dapat dipantau dan diaudit dengan lebih mudah. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Keuangan(Kemenkeu) meluncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan pada SatuanPelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG. Hal itusesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan negaradan peraturan menteri keuangan nomor 168/ PMK.05/ 2015 sttd. PMK 173/PMK.05/2016 dan PMK...
- Advertisement -

Baca berita yang ini