Buruh Karawang Putus Empat Jarinya, PT HRI: Pernyataan Giri Tidak Benar

Baca Juga

MATA INDONESIA, KARAWANG – PT Hasil Raya Industries (HRI) membantah pernyataan Giri Pamungkas (27) buruh Karawang yang putus 4 jarinya di media.

General Manager PT HRI Robertus Alfonso mengatakan pemberhentian Giri Pamungkas sudah sesuai dengan ketentuan.

“Saat bekerja Giri berstatus karyawan kontrak. Periode pertama 18 Januari 2020 sampai dengan 7 Juli 2020 dan dilakukan perpanjangan periode kedua 8 Juli 2020 sampai dengan 7 Januari 2021. Jadi PHK sepihak itu tidak benar, karena Giri sudah selesai masa kontraknya,” kata Alfonso saat konferensi pers di PT HRI, Kamis 17 Februari 2022.

Selain itu, Alfonso menjelaskan terkait kronologis kecelekaan kerja yang menimpa Giri Pamungkas.

Kejadiannya 18 Agustus 2020. Pada saat jam tersebut mesin SIPA 3 dalam kondisi mati dengan tanda lampu indikator merah yang menyala.

Namun, saat mengambil produk yang ada di mold mesin, Giri tidak menekan tombol emergency atau berupaya menghentikan mesin.

Saat Giri akan mengambil produk tersebut tiba-tiba mesin beroperasi sehingga mold mesin menutup dan menjepit jari kanannya.

Maka, Alfonso membantah perusahaan telah melakukan penindasan kepada Giri.

Faktanya, menurut dia, perusahaan membantu memfasilitasi penanganan kecelakaan kerja terhadap Giri.

Dia juga membantu proses perawatan dan pengobatan sampai pencairan santunan BPJS, jadi apa pernyataan Giri tidak benar.

Selain itu, diakui tidak ada paksaan dalam proses penandatanganan surat pemberitahuan berakhirnya masa kerja.

Sementara itu, pasca didatangi Bupati Karawang, perusahaan memanggil Giri Pamungkas untuk dipekerjakan kembali, namun tawaran ditolak.

Di tempat sama, CEO PT HRI Sugih Sutanto mengungkapkan telah meminta Giri meluruskan pernyataannya di media demi nama baik perusahaan.

Sebelumnya, nama Giri Pamungkas (27), seorang buruh asal Kabupaten Karawang dikabarkan telah mendapat perlakuan tidak layak dari perusahaan tempatnya bekerja.

Dia dipecat oleh perusahaannya usai mengalami kecelakaan kerja.

Reporter: Muhammad Rizki Aulia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Desa Menjadi Pilar Penting Penguatan Ketahanan Ekonomi Nasional

Oleh: Zahra Anindita )*Penguatan ketahanan ekonomi nasional tidak hanya ditentukan oleh kondisi industri besar dan aktivitas ekonomi di kawasan perkotaan. Ketahanan ekonomi yang kuat justru bertumpu pada kemampuan negara membangun fondasi ekonomi hingga ke tingkat desa. Dalam konteksitulah, pemerintah menghadirkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putihsebagai instrumen strategis untuk memperkuat perekonomian rakyat sekaligus memperluas pemerataan pembangunan.Keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun ekonomi dari bawah. Program ini tidak hanya dirancang sebagai wadah kegiatan usaha masyarakat, tetapi juga menjadi sarana memperkuat ekosistem ekonomi desa yang lebih produktif, modern, dan berkelanjutan.Saat ini sebanyak 83 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah berdiri di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah tersebut menunjukkanbesarnya perhatian pemerintah terhadap pembangunan ekonomi berbasiskomunitas yang mampu menjangkau masyarakat hingga ke daerah-daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap berbagailayanan ekonomi.Pemerintah memahami bahwa pembangunan ekonomi modern tidakdapat dipisahkan dari transformasi digital. Karena itu, penguatan koperasidesa juga diiringi dengan pembangunan infrastruktur teknologi yang semakin luas dan merata di seluruh Indonesia.Direktur Ekosistem Media Kementerian Komunikasi dan Digital, Farida Dewi Maharani, menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur digital yang dilakukan pemerintah tidak hanya berorientasi pada penyediaanjaringan telekomunikasi. Pemerintah juga berupaya memastikan infrastruktur tersebut dapatdimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat ekonomi kerakyatanmelalui koperasi desa dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.Farida memandang Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih memiliki posisistrategis dalam menopang perekonomian nasional. Namun demikian, tantangan yang masih dihadapi adalah belum optimalnya pemanfaatanteknologi digital oleh sebagian besar pelaku UMKM dan koperasi.Data yang disampaikan Kementerian Komunikasi dan Digital menunjukkan bahwa dari sekitar 60 juta UMKM...
- Advertisement -

Baca berita yang ini