Bulan Depan, Pendakian ke Himalaya Dibuka Kembali, Yuk Daftar!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Aktivitas pendakian di masa new normal mulai kembali dilakukan. Tak hanya di Indonesia, negara lain salah satunya Nepal telah membuka kembali wisata pendakian ke pegunungan Himalaya pada 17 Agustus 2020.

Sekretaris Kementerian Pariwisata, Kebudayaan, dan Penerbangan Sipil, Nepal, Bahadur Adhikari mengatakan kegiatan wisata itu tetap diiringi dengan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona.

“Pembukaan aktivitas wisata ini dibarengi dengan pembukaan penerbangan domestik dan internasional di negaranya,” ujar Bahadur Adhikari seperti dikutip dari The Malayan Times, Rabu 22 Juli 2020.

Pemerintah berencana mengeluarkan izin penerbangan dalam tiga tahap. Pertama, penerbangan hanya boleh melayani rute ke daerah zona hijau. Pada tahap kedua dan ketiga, secara bertahap maskapai penerbangan boleh melayani penumpang ke kawasan yang lebih luas dengan tetap memperhitungkan zonasi dan kasus Covid-19 di daerah tersebut.

Khusus wisata naik gunung, pemerintah Nepal telah menyiapkan prosedur pendakian bagi agensi maupun pendaki. Wakil Presiden Expedition Operators Association of Nepal, Iswari Poudel mengatakan agensi pendakian dan ekspedisi sudah siap menerima dan melayani wisatawan dengan mengikuti protokol Kesehatan.

“Sebagai permulaan, sebagian besar agensi pendakian akan melakukan ekspedisi ke Gunung Manaslu dan Gunung Annapurna (dua dari belasan puncak gunung di deretan Pegunungan Himalaya),” kata Poudel.

Untuk pendakian ke Everest, menurut dia, belum ada penjelasan lebih lanjut dari pemerintah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini