Breaking News! Pelatih Timnas Simon McMenemy Dipecat PSSI

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA - Kabar baik bagi pecinta sepak bola Tanah Air. Pelatih timnas Indonesia Simon McMenemy akhirnya resmi dipecat oleh PSSI.

Keputusan memecat McMenemy diambil oleh pengurus PSSI dalam rapat Komite Eksekutif (Exco) pada Selasa 5 November 2019.

Pemecatan Simon disampaikan langsung Ketua Umum PSSI M Iriawan atau Iwan Bule, yang mengatakan pihaknya akan segera melakukan pemutusan kontrak dengan McMenemy dalam waktu dekat.

Iwan tak menjelaskan secara detail, alasan atau faktor apa saja yang mempengaruhi keputusan itu dibuat. Kemungkinan besar, McMenemy dipecat karena sederet hasil buruk yang diterima timnas senior, terutama kegagalan dalam penyisihan Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Indonesia kalah beruntut dalam empat laga penting melawan Malaysia, Thailand, Vietnam dan UEA. Garuda kini berada di dasar klasemen grup.

Lagipula, sudah sejak lama pecinta bola di Indonesia mendesak agar PSSI memecat McMenemy karena dianggap tak becus mengurusi timnas.

Namun, Simon masih menyisakan satu pertandingan lagi bersama timnas, yakni saat berhadapan dengan Malaysia, pertengahan November 2019 ini.

Berita Terbaru

Menutup Kesenjangan Layanan Kesehatan melalui Koperasi Desa

Oleh: Yandi Arya Adinegara )*Kesenjangan layanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan pedesaan masihmenjadi pekerjaan rumah besar dalam pembangunan nasional. Di satu sisi, kota-kota besar menikmati akses rumah sakit modern, tenaga medis memadai, sertadistribusi obat yang relatif lancar. Di sisi lain, banyak desa masih menghadapiketerbatasan fasilitas kesehatan, minimnya ketersediaan obat, hingga rendahnyaketerjangkauan layanan bagi masyarakat.Dalam konteks inilah, langkah pemerintah menghadirkan Koperasi Desa/Kelurahan(Kopdes) Merah Putih sebagai simpul layanan kesehatan sekaligus pusat ekonomidesa patut diapresiasi sebagai terobosan strategis dan relevan dengan kebutuhanzaman.Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih tidakhanya dirancang sebagai penggerak ekonomi lokal, tetapi juga menjadi ujungtombak pelayanan kesehatan masyarakat desa. Setiap koperasi akan dilengkapidengan gerai obat dan klinik kesehatan, sebuah inovasi yang secara langsungmenyasar persoalan klasik: keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah pedesaan. Pernyataan ini bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari desainkebijakan yang terintegrasi lintas sektor.Selama ini, salah satu persoalan mendasar adalah masih adanya warga desa yang belum terjangkau oleh program jaminan kesehatan nasional. Kehadiran klinik desaberbasis koperasi membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan layanankesehatan yang lebih dekat, murah, dan mudah diakses. Ferry Juliantonomenekankan bahwa pemerintah ingin memastikan masyarakat desa memperolehjaminan pelayanan kesehatan yang layak, melalui sinergi antara Kementerian Koperasi, Kementerian Kesehatan, dan BPJS Kesehatan.Langkah kolaboratif ini diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahamanantara Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi dan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito. Kerja sama tersebut tidak hanya bertujuanmemperluas cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional...
- Advertisement -

Baca berita yang ini