Binda Papua juga Gelar Vaksinasi Tahap II untuk Pelajar di SMPN 1 Jayapura

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAYAPURA – Badan Intelijen Negara ((BIN) Daerah Papua atau Binda Papua turut menggelar vaknasi tahap II yang ditujukan bagi para pelajar di Kota Jayapura. Kegiatan vaksinasi kali ini dilakukan di SMP Negeri I Jayapura dan SMP 2 Negeri Sentani.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kabinda Papua Mayjen TNI Abdul Haris Napoleon mengatakan, kegiatan vaksinasi massal ini dalam rangka membentuk daya tahan tubuh generasi muda ke depan.

Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan visi dan misi Kepala BIN Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Dr. Budi Gunawan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Masyarakat Papua pun diharapkan tak takut untuk divaksin.

Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari vaksinasi tahap pertama yang telah dilaksanakan pada 14 Juli 2021 lalu.

“Dengan jumlah pelajar dan masyarakat yang sudah divaksin sebnyak 1.070 siswa pelajar SMP Negeri 1 Jayapura dan 1.300 Pelajar SMA Negeri 1 Sentani yang tergabung dengan siswa SMP Negeri 2 Sentani,” ujarnya, Kamis 12 Agustus 2021.

Dalam kegiatan ini, Binda Papua menggandeng Forkopimda, Polda Papua, Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kabupaten/Kota dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota di Papua.

Menurut penjelasan Abdul, sejauh ini Binda Papua sudah melakukan vaksinasi bagi 38.000 lebih masyarakat, khususnya pelajar di Tanah Papua.

Vaksinasi yang dilakukan Binda Papua juga diprioritaskan di 5 Wilayah Kabupaten/Kota Klaster Wilayah Pelaksanaan PON, Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Merauke, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Keerom.

“Mari kita sambut dan sukseskan PON yang merupakan kebanggaan masyarakat Papua. Serta kita jaga kepercayaan dan amanah negara agar Penyelenggaraan PON XX 2021 di Tanah Papua sukses dan berjalan dengan lancar,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Revitalisasi Irigasi Daerah Percepat Terwujudnya Swasembada Pangan Nasional

Oleh: Kevin Purba )*Pemerintah terus memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional melaluipercepatan pembangunan dan revitalisasi jaringan irigasi di berbagaidaerah. Langkah tersebut menjadi bagian penting dari strategi besarmewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan sekaligusmemastikan sektor pertanian mampu tumbuh lebih produktif dan kompetitif. Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan dan tantanganperubahan iklim, keberadaan sistem irigasi yang andal menjadi faktorutama dalam menjaga kesinambungan produksi pertanian nasional.Selain pembangunan infrastruktur dasar lainnya, penanganan irigasidaerah menjadi salah satu fokus utama pemerintah karena memilikidampak langsung terhadap produktivitas lahan pertanian dan kesejahteraan petani. Melalui perbaikan jaringan pengairan, pemerintahberupaya memastikan setiap lahan pertanian memperoleh akses air yang memadai sepanjang musim tanam.Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwapercepatan pelaksanaan program prioritas Presiden terus dikawal secaraketat. Menurutnya, pemerintah tidak hanya berfokus pada penyelesaianproyek secara cepat, tetapi juga memastikan mutu pekerjaan, ketepatansasaran, serta akuntabilitas pelaksanaannya. Salah satu capaian penting yang menunjukkan keseriusan pemerintahterlihat pada program penanganan irigasi daerah. Program tersebutditargetkan menjangkau jaringan irigasi yang melayani area pertanianseluas 19.760 hektare. Hingga akhir Mei 2026, progres fisikpelaksanaannya telah mencapai 82,73 persen, menunjukkan bahwarevitalisasi infrastruktur pengairan berjalan sesuai arah yang telahditetapkan.Kemajuan tersebut menjadi indikator positif bahwa pemerintahmenempatkan sektor pertanian sebagai prioritas pembangunan nasional. Keberadaan jaringan irigasi yang lebih baik akan meningkatkanketersediaan air bagi petani sehingga aktivitas budidaya dapatberlangsung secara lebih optimal. Keberhasilan percepatan program pembangunan infrastruktur tercerminpula dari realisasi anggaran Kementerian Pekerjaan Umum yang menunjukkan tren positif. Hingga akhir Mei 2026, realisasi anggaran telahmencapai Rp33,49 triliun atau 31,39 persen dari total pagu yang tersedia. Sementara itu, progres fisik mencapai 35,71 persen, lebih tinggidibandingkan capaian pada periode yang sama dalam dua tahunsebelumnya.Dukungan terhadap langkah pemerintah juga datang dari DPR RI. KetuaKomisi V DPR RI, Lasarus, memberikan apresiasi terhadap kinerjaKementerian Pekerjaan Umum dalam menjalankan berbagai program strategis. Menurutnya, percepatan pelaksanaan pembangunan perlu terusdilakukan agar target pembangunan nasional dapat tercapai secaraoptimal dan manfaatnya dirasakan secara luas oleh masyarakat.Lasarus menilai pentingnya memperkuat sinergi antara pemerintah dan DPR dalam memastikan program prioritas Presiden berjalan efektif. Kolaborasi yang baik antara seluruh pemangku kepentingan diyakini akanmempercepat pencapaian berbagai target pembangunan, termasuk dalambidang ketahanan pangan yang saat ini menjadi salah satu fokus utamapemerintah.Upaya memperkuat irigasi juga dilakukan oleh pemerintah daerah. Di Provinsi Bengkulu, percepatan penyelesaian persoalan irigasi menjadiperhatian utama dalam mendukung Program Cetak Sawah Rakyat...
- Advertisement -

Baca berita yang ini