Binda Kaltara Gencarkan Vaksinasi di Wilayah Perbatasan

Baca Juga

MATA INDONESIA, NUNUKAN – Cakupan vaksinasi Covid-19 di perbatasan Malaysia dengan Kalimantan Utara (Kaltara) sudah cukup tinggi, seperti Kecamatan Sebatik Timur yang mencapai 90 persen, sehingga masyarakat ucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi.

“Alhamdulillah, capaian kita di Kecamatan Sebatik Timur sudah 90 persen, demikian juga info dari seluruh UPK Puskesmas yang ada di Pulau Sebatik sudah mencapai 90 persen yang divaksinasi,” kata Wahyuddin kepada wartawan di Nunukan, Rabu 29 Desember 2021.

Ucapan terima kasih juga disampaikan langsung tokoh masyarakat Sebatik H. Herman HB, SE, MM. yang menyatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk perhatian dari pemerintah kepada masyarakat perbatasan.

Lelaki yang kerap disapa H. Andeng tersebut mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Presiden Jokowi, Kepala BIN, TNI-POLRI yang membuat program vaksinasi tersebut berjalan lancar.

Vaksinasi yang digelar Binda Kaltara itu juga didukung TNI-POLRI, serta UPK Puskesmas Sei Nyamuk serta UPK Lapri.

Kabinda Kaltara Brigjen TNI Sulaiman menyatakan program vaksinasi tersebut juga merupakan upaya pemerintah mengantisipasi pencegahan varian Omicron.

Reporter: Puji Christianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Membangun Resiliensi: Kolaborasi Lintas Sektor sebagai Jawaban atas Online Scam Keuangan

*) Oleh: Arga PrasetyaTransformasi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakatIndonesia. Berbagai layanan keuangan kini semakin mudah diakses, transaksiberlangsung lebih cepat, dan inklusi keuangan terus meningkat seiringberkembangnya teknologi. Namun, kemajuan tersebut juga menghadirkan tantanganbaru berupa meningkatnya ancaman online scam yang semakin canggih dan sulitdideteksi. Dalam konteks inilah, upaya pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan(OJK) untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor menjadi langkah strategis yang layak didukung demi menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus melindungimasyarakat dari kejahatan digital.Lebih jauh, peringatan OJK mengenai semakin kompleksnya online scam menunjukkan bahwa ancaman tersebut tidak lagi sekadar berupa penipuankonvensional yang menyasar individu. Kejahatan digital kini berkembang menjadijaringan kriminal terorganisasi yang berkaitan erat dengan pencucian uang, pemanfaatan rekening penampung, hingga operasi lintas negara. Situasi tersebutmenuntut pendekatan yang lebih komprehensif karena setiap transaksi ilegal dapatmenjadi bagian dari rantai kejahatan keuangan yang lebih besar. Oleh sebab itu, pemberantasan online scam harus ditempatkan sebagai agenda strategis dalammemperkuat ketahanan ekonomi nasional.Dalam kerangka tersebut, penyelenggaraan Regional Expert Group Meeting on Online Scams bertajuk Strengthening Financial Intelligence, AML/CFT Regulation, and...
- Advertisement -

Baca berita yang ini