Binda Jatim Prioritas Vaksinasi Anak dan Lansia

Baca Juga

MATA INDONESIA, PACITAN – Sasaran utama vaksinasi yang dilakukan Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Provinsi Jawa Timur adalah kelompok rentan paparan Covid-19. Yaitu anak usia 6-11 tahun dan lansia.

Pelaksana vaksinasi Binda Jatim, Moch. Arsyad mengatakan, vaksinasi kali ini tidak hanya dosis pertama dan kedua, tetapi juga dosis ketiga atau booster. ”Kami ingin memperkuat imun khususnya masyarakat Pacitan terhadap varian Covid-19 Omicron melalui vaksinasi dosis satu, dosis dua maupun dosis ketiga,” ujar Arsyad, Sabtu 29 Januari 2022.

Ia menambahkan, khusus vaksin booster untuk lansia dilakukan secara door to door atau jemput bola. Hal ini untuk memudahkan lansia yang kesulitan menuju lokasi vaksinasi. Dia juga mengapresiasi tenaga kesehatan setempat yang telah bekerja sama secara maksimal demi kesehatan masyarakat. Arsyad juga berkomitmen akan terus menyisir masyarakat di pelosok untuk vaksinasi.

“Mereka tenaga kesehatan sangat kompak. Binda Jawa Timur akan terus berupaya untuk menyisir masyarakat yang belum menerima vaksin. Karena kesehatan ini bagian utama dalam kelangsungan hidup,” katanya.

Adapun capaian vaksinasi di Kabupaten Pacitan untuk kalangan lansia dosis pertama sudah 67,79 persen, dosis kedua 56,97 persen, dosis ketiga 127 sasaran. Sedangkan anak usia 6-11 tahun dosis pertama sudah 93 persen dan dosis kedua 12 persen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

PSN Papua Memperkuat Kemandirian Ekonomi Masyarakat 

Oleh : Yohanes Wandikbo )*Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua terus menunjukkan arahpembangunan yang semakin tepat sasaran. Pemerintah tidak hanya membangun infrastrukturuntuk memperkuat konektivitas wilayah, tetapi juga memastikan manfaat pembangunandapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya dalam penguatan ekonomi rakyat dan ketahanan pangan. Kabupaten Nabire menjadi salah satu daerah yang memperlihatkanbagaimana PSN mampu menghadirkan dampak positif bagi masyarakat.PSN di Papua dirancang sebagai bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemerataanpembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat asli Papua. Selamabertahun-tahun, tantangan pembangunan di Papua tidak hanya berkaitan dengan akseswilayah, tetapi juga keterbatasan ekonomi masyarakat lokal. Karena itu, pemerintah kinimenempatkan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian penting dalam pelaksanaan PSN agar pembangunan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomirakyat.Di Nabire, dampak PSN mulai terlihat dari tumbuhnya sektor usaha produktif masyarakat, khususnya pada bidang peternakan dan ketahanan pangan. Program pemerintah yang terintegrasi dengan penguatan ekonomi lokal berhasil membuka peluang usaha baru bagimasyarakat asli Papua. Kondisi tersebut menjadi perkembangan penting karena masyarakatkini semakin terlibat langsung dalam aktivitas ekonomi produktif yang berkelanjutan.Pelaku UMKM peternak ayam petelur, Kuryana Ramande, menjadi salah satu contohbagaimana PSN mampu mendorong tumbuhnya kemandirian ekonomi masyarakat Papua. Usaha yang dijalankan sejak membantu keluarga pada 2022 hingga berkembang secaramandiri pada 2024 memperlihatkan adanya perubahan pola pikir masyarakat untuk lebihberani membangun usaha sendiri.Pada awal menjalankan usaha, masih terdapat keraguan terhadap kemampuan masyarakat asliPapua dalam mengelola usaha peternakan modern. Namun melalui dukungan program pemerintah dan meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat, usaha tersebut berkembang dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi lingkungan sekitar.Usaha peternakan ayam petelur yang dijalankan kini tidak hanya menjadi sumber pendapatankeluarga, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal. Sejumlah wargaasli Papua ikut bekerja dalam pengelolaan peternakan, distribusi telur, hingga kegiatan usahalainnya yang berkembang seiring meningkatnya aktivitas ekonomi di daerah tersebut.PSN juga semakin diperkuat melalui program ketahanan pangan dan Makan Bergizi Gratis yang dijalankan pemerintah....
- Advertisement -

Baca berita yang ini