Binda Jabar Gelar Vaksinasi Massal Sasar Masyarakat di Daerah Pesisir

Baca Juga

MATA INDONESIA, BANDUNG – Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Provinsi Jawa Barat terus gencar melanjutkan vaksinasi Covid-19 massal. Targetnya menyasar anak usia 6-11 tahun, Lansia, dan masyarakat daerah terpencil di pesisir pantai.

Kabinda Jabar Brigjen TNI Deddy Agus Purwanto mengatakan, vaksinasi massal ini digelar selama dua hari. Dengan target 3.000 orang mendapat suntikan vaksin Covid-19 jenis Sinovac dan Astrazeneca.

”Kita berkomitmen membantu program pemerintah melakukan vaksinasi. Untuk pelajar usia 6 sampai 11 tahun yang sedang persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM),” ujar Deddy, Senin 24 Januari 2022.

Deddy mengatakan, vaksinasi sebagai upaya mempercepat tercapainya herd immunity nasional 70 persen. Deddy berharap dengan vaksinasi yang menyasar masyarakat di pesisir pantai, bisa menambah kekebalan komunal.

Apalagi di tengah tingginya sebaran Omicron, khususnya di pulau Jawa. ”Langkah ini untuk mencegah laju penyebaran Covid-19, terutama varian baru Omicron. Terlebih wilayah Pangandaran yang sebagian besar tinggal di pesisir,” kata Deddy.

Binda Jabar menargetkan 200.000 jiwa tervaksinasi sepanjang Januari 2022.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Satelit Indonesia dan Jalan Panjang Menjaga Kedaulatan Informasi Nasional

Oleh: Abdul Nuhaiman*Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat kedaulataninformasi nasional melalui percepatan pembangunan infrastruktur satelit sebagaifondasi transformasi digital Indonesia. Langkah strategis tersebut tidak hanyamemastikan konektivitas menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), tetapi juga memperkuat ketahanan nasional di bidangkomunikasi, ekonomi digital, pendidikan, kesehatan, hingga pertahanan dan keamanan. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi global, penguatan kapasitassatelit nasional menjadi bukti bahwa pemerintah mempersiapkan Indonesia agar mampu berdiri sejajar dengan negara-negara maju sebagai bangsa yang mandiri, berdaulat, dan berdaya saing dalam mengelola ruang digital maupun ruang antariksa. Peluncuran satelit multifungsi SATRIA-1 menjadi salah satu langkah penting dalammemperluas akses internet, khususnya di wilayah terpencil, terluar, dan tertinggal. Satelit tersebut dirancang untuk melayani ribuan titik layanan publik seperti sekolah, puskesmas, kantor pemerintahan, hingga fasilitas pertahanan dan keamanan. Kehadiran satelit nasional bukan hanya mempersempit kesenjangan digital antarwilayah, tetapi juga memberikan kesempatan yang lebih merata bagi masyarakatdalam memperoleh layanan pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi digital. Dengansemakin luasnya akses internet, peluang pengembangan usaha mikro, pembelajarandaring, dan pelayanan publik berbasis digital juga semakin meningkat.Di sisi lain, penguasaan satelit tidak cukup hanya dengan memiliki perangkat yang mengorbit di angkasa. Indonesia juga perlu membangun ekosistem industri antariksayang kuat, mulai dari pengembangan sumber daya manusia, riset teknologi, manufaktur komponen, hingga kemampuan mengoperasikan dan memelihara satelitsecara mandiri. Selama ini sebagian besar teknologi satelit masih melibatkan kerjasama dengan perusahaan luar negeri. Kerja sama tersebut memang penting sebagaibagian dari transfer teknologi, namun dalam jangka panjang Indonesia perlumeningkatkan kemampuan nasional agar tidak terus bergantung pada negara lain. Perguruan tinggi, lembaga penelitian, industri teknologi, dan pemerintah perlumemperkuat kolaborasi agar inovasi di bidang antariksa dapat berkembang secaraberkelanjutan.Selain aspek teknologi, tantangan lain yang tidak kalah penting adalah perlindunganterhadap data nasional. Perkembangan kecerdasan buatan, komputasi awan,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini