BIN Kepri Gelar Vaksinasi Lanjutan untuk 1.600 Santri di Batam

Baca Juga

MATA INDONESIA, BATAM – Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Kepulauan Riau atau Binda Kepri melaksanakan vaksinasi lanjutan untuk santri di Batam.

Kabag Ops Binda Kepri Kolonel CHB Komara Manurung menjelaskan, vaksinasi ini digelar untuk mendukung percepatan vaksinasi dari pemerintah.

“Target sasaran kegiatan kali ini sekitar 1.600 dosis vaksin bagi sasaran dosis pertama dan lanjutan,” ujarnya, Jumat 27 Agustus 2021.

Ia juga menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini terus dilakukan untuk mendukung percepatan pembelajaran tatap muka. Sejauh ini menurut data yang diperoleh sekitar 57,01 persen siswa-siswi dan santriwan dan santriwati di Kepri yang sudah divaksin,.

Hingga kini tim percepatan vaksinasi mencatat sekitar 118.395 orang pelajar yang telah mendapat vaksinasi dosis pertama dan dosis lanjutan. Jumlahnya tinggal 89.268 orang pelajar yang belum mendapat vaksinasi, dari target vaksinasi sekitar 207.663 orang pelajar di Kepri.

“Yang telah melakukan vaksinasi pada 19.366 orang pelajar. Kita juga berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk pelaksanaan vaksinasi ini,” katanya.

Kegiatan ini mendapat respon yang baik dari para santri. Salah satu santri yang menerima dosis vaksin pertama, Nayla, mengaku senang bisa mengikuti vaksinasi.

“Semoga bisa secepatnya belajar tatap muka lagi. Karena lebih mudah memahami pelajaran saat belajar tatap muka dari pada belajar online,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini