BIN Gelar Vaksinasi untuk 94 Orang di Nabire

Baca Juga

MATA INDONESIA, NABIRE – Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Papua atau Binda menggelar vaksinasi massal di Kabupaten Nabire. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggandeng Dinas Kesehatan setempat.

Ketua tim gugus tugas covid-19 Victoer Fun, M.Si mengatakan bahwa kegiatan vaksinasi hari ini menargetkan 100 orang. Namun, yang berhasil divaksin hanya 94 orang.

“Dengan rincian 70 orang vaksin tahap I dan 24 orang vaksin tahap II. Sementara 6 orang tertunda karena hasil tensi tinggi dan tidak hadir,” ujarnya, Minggu 31 Oktober 2021.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Binda Papua yang sudah bersinergi dan bekerjasama sehingga kegiatan vaksinasi hari ini dapat berjalan dengan lancar dan antusias.

“Terima kasih kepada Binda Papua. Semoga kegiatan vaksinasi ini bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh atau Herd Immunity melawan virus Covid-19,” katanya.

Victoer juga mengapresiasi masyarakat yang sudah bersedia untuk hadir dan divaksin. “Ini pertanda bahwa mereka peduli dengan kesehatan dirinya agar tidak terinfeksi virus corona,” ujarnya.

Ia pun mengimbau agar masyarakat dan pelajar tetap mematuhi protokol kesehatan selama masa pandemi walaupun sudah divaksin. Tujuannya untuk menjaga diri dan keluarga dari paparan corona.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Menutup Kesenjangan Layanan Kesehatan melalui Koperasi Desa

Oleh: Yandi Arya Adinegara )*Kesenjangan layanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan pedesaan masihmenjadi pekerjaan rumah besar dalam pembangunan nasional. Di satu sisi, kota-kota besar menikmati akses rumah sakit modern, tenaga medis memadai, sertadistribusi obat yang relatif lancar. Di sisi lain, banyak desa masih menghadapiketerbatasan fasilitas kesehatan, minimnya ketersediaan obat, hingga rendahnyaketerjangkauan layanan bagi masyarakat.Dalam konteks inilah, langkah pemerintah menghadirkan Koperasi Desa/Kelurahan(Kopdes) Merah Putih sebagai simpul layanan kesehatan sekaligus pusat ekonomidesa patut diapresiasi sebagai terobosan strategis dan relevan dengan kebutuhanzaman.Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih tidakhanya dirancang sebagai penggerak ekonomi lokal, tetapi juga menjadi ujungtombak pelayanan kesehatan masyarakat desa. Setiap koperasi akan dilengkapidengan gerai obat dan klinik kesehatan, sebuah inovasi yang secara langsungmenyasar persoalan klasik: keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah pedesaan. Pernyataan ini bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari desainkebijakan yang terintegrasi lintas sektor.Selama ini, salah satu persoalan mendasar adalah masih adanya warga desa yang belum terjangkau oleh program jaminan kesehatan nasional. Kehadiran klinik desaberbasis koperasi membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan layanankesehatan yang lebih dekat, murah, dan mudah diakses. Ferry Juliantonomenekankan bahwa pemerintah ingin memastikan masyarakat desa memperolehjaminan pelayanan kesehatan yang layak, melalui sinergi antara Kementerian Koperasi, Kementerian Kesehatan, dan BPJS Kesehatan.Langkah kolaboratif ini diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahamanantara Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi dan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito. Kerja sama tersebut tidak hanya bertujuanmemperluas cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional...
- Advertisement -

Baca berita yang ini