BIN Gelar Vaksinasi untuk 115 Orang di Tolikara

Baca Juga

MATA INDONESIA, TOLIKARA – Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Papua atau Binda Papua kembali melaksanakan kegiatan vaksinasi di Kabupaten Tolikara. Kegiatan ini bersinergi Dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tolikara.

Ketua Tim Vaksinator dr. Meiske Pulukadang bahwa kegiatan vaksinasi hari ini menyasar 150 orang. Namun yang berhasil divaksin ada 115 orang.

“Dengan rincian 92 orang vaksin tahap I dan 23 orang vaksin tahap II. Sementara itu 3 orang tertunda karena hasil tensi tinggi dan tidak hadir,” ujarnya, Minggu 3 Oktober 2021.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada peserta yang megikuti kegiatan vaksinasi ini. “Ini pertanda bahwa mereka peduli dengan kesehatan dirinya agar tidak terinfeksi virus corona,” katanya.

Meiske mengatakan bahwa kegiatan vaksinasi ini untuk membentuk sistem kekebalan bersama atau herd immunity dan juga untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Agar kita dapat beraktivitas normal kembali serta sekolah-sekolah dapat melaksanakan tatap muka,” ujarnya.

Ia juga menghimbau agar masyarakat dan pelajar tetap mematuhi protokol kesehatan selama masa pandemi, walaupun sudah divaksin. Tujuannya untuk menjaga diri dan keluarga dari paparan Covid-19.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini