Bila Kasus Covid-19 Melandai, Pemkot Jayapura Bakal Berlakukan Sekolah Tatap Muka Oktober Mendatang

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAYAPURA – Status pemberlakukan PPKM di Kota Jayapura mulai diturunkan dari level 4 ke level 3. Pemerintah setempat pun mulai melonggarkan aktivitas warga setempat. Bahkan sekolah tatap muka pun direncanakan untuk dibuka kembali.

Menurut Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano, sekolah tatap muka bisa saja dibuka, namun perlu dilakukan evaluasi terlebih dahulu di bulan September nanti.

“Jika kasus Covid-19 terus menurun, maka pada Oktober sudah bisa dilakukan sekolah tatap muka,” katanya, Selasa 31 Agustus 2021.

Sementara untuk aktivitas warga yang sebelumnya dibatasi hingga pukul 20.00 WIT, akan dilonggarkan dalam waktu dekat. Menurut Tomi, mulai 1 September,aktivitas warga diperpanjang sampai pukul 22.00 WIT.

Selain itu, tempat ibadat kembali buka dengan kapasitas 50 persen dari kapasitas dan menerapkan prokes ketat.
“Acara pernikahan di hotel atau tempat lainnya boleh dilakukan dengan kapasitas terbatas dan harus mengantongi ijin dari polresta dan Satgas Covid-19,” ujarnya.

Kemudian, tempat hiburan, permainan anak, tempat wisata, restoran, cafe dan tempat umum lainnya bisa kembali buka dengan memperhatikan jumlah kapasitas pengunjung dan melaksanakan prokes yang ketat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini