Biaya Rumah Subsidi hanya Naik 5 Persen, REI DIY Ungkapkan Keluhannya

Baca Juga

Mata Indonesia, Yogyakarta – Wacana naiknya harga rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebesar 4-5 persen yang diajukan oleh Badan Kebijakan Fiskal (BKF) di kritik oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) DIY.

Ilham Muhammad Nur yang merupakan Ketua REI DIY, menganggap rencana tersebut jauh dari harapan pengembang karena pada tahun lalu mereka sudah mengusulkan kenaikan sebesar 10 persen.

“Jadi naik 5 persen itu percuma, banyak hal mengapa kami kemarin mengharapkan sampai 10 persen kenaikannya,” terang Ilham, Senin 27 Februari 2023.

Ilham menyatakan bahwa sejak tahun 2019, harga rumah subsidi tidak mengalami kenaikan dan ini berbanding terbalik dengan inflasi selama tiga tahun terakhir yang mencapai sekitar 17 persen.

Ia melanjutkan bahwa harga material yang terus meningkat menjadi pertimbangan kenapa menetapkan harga rumah subsidi harus menaikkan harga dengan kondisi saat ini.

“Artinya itu kan cara kami mengimbangi, antara pengeluaran sampai nanti jadinya. Tentu harus ada timbal balik yang sesuai,” katanya.

Meski demikian, ia berharap bahwa rencana kenaikan harga rumah subsidi tidak akan menghambat niat para pengembang dalam menyediakan rumah untuk warga menengah ke bawah.

Adanya wacana tersebut, REI sendiri akan mengirimkan surat ke DPP untuk meminta kenaikan harga lagi.

“Ancang-ancang kita ya kirim surat lagi. Bahwa permintaan untuk naik lebih dari 5 persen ini bisa direalisasikan,” harap Ilham.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini