Besok, Tiga Jenasah Warga NTT yang Dibunuh KST Papua Diterbangkan ke Labuan Bajo

Baca Juga

MATA INDONESIA, KUPANG – Tiga korban asal NTT adalah Yulius Watu (23), Hubertus Goti (41) dan Yohanes Rangkas (26) yang dibunuh KST Papua akan dipulangkan ke kampung halaman masing-masing.

Hal ini dibenarkan oleh Ketua Ikatan Keluarga Flobamora (IKF) Kabupaten Jayapura Ferianto Raga Lawa.

“Betul (3 jenasah warga NTT) sudah dikirim ke kampung asal,” katanya kepada minews.id, Minggu 17 Juli 2022.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Ikatan Kerukunan Flobamora Kabupaten Mimika Marthen LL Moru. Ia menjelaskan bahwa tiga jenazah asal Flores diberangkatkan dari Timika menggunakan maskapai Batik Air pada Minggu, 17 Juli 2022, pukul 15.00 WIT melalui rute Timika-Surabaya. Penerbangan selanjutnya pada Senin 18 Juli 2022 dari Surabaya menuju Labuan Bajo, Manggarai Barat.

“Selanjutnya, jalan darat dari Labuan Bajo menuju Kampung Rahong-Ruteng untuk jenazah atas nama Johan. Sedangkan dua jenazah lainnya, Hubertus Goti dan Yulius Watu dari Labuan Bajo menuju Mataloko- Bajawa,” ujarnya menukil timorline.com.

Sebagai informasi, salah satu jenazah yang dikuburkan juga di Papua adalah jenazah Elias Baner, seorang pendeta. Korban lain yang meninggal dunia akibat penembakan KST Papua adalah Yulius Watu (23) asal Bajawa, Flores-NTT; Hubertus Goti (23) asal Bajawa, Flores-NTT; Johan (26) asal Manggarai, Flores-NTT; Daeng Marannu (42) asal Selayar; Taufah Amir (42) asal Selayar; Nasjen (41) asal Sulawesi Selatan; Yuda Gurusinga (42) asal Selayar; Aleks, asal Kei, Maluku Tenggara.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hasil Sidang Sengketa Pilpres Ditolak MK, Bukti jadi Alasannya tapi Hakim Tak Terapkan Etika Hukum

Mata Indonesia, Yogyakarta - Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada sidang putusan sengketa hasil Pemilihan Umum (PHPU) Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden 2024, Senin (22/4/2024), menolak permohonan dari paslon nomor urut 01 dan 03. MK menyatakan bahwa permohonan Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud MD tak memiliki dasar hukum yang cukup.
- Advertisement -

Baca berita yang ini