Berkunjung ke Perbatasan Wini, Mensos Ingin TTU Jadi Tempat Budidaya Bunga Matahari

Baca Juga

MATA INDONESIA, KEFAMENANU – Menteri Sosial Republik Indonesia Tri Rismaharini melakukan kunjungan kerja dalam rangka memantau proses pembangunan rumah bantuan bencana di perbatasan RI – Timor Leste,pada Rabu 2 Maret 2022.

Bantuan 20 unit rumah yang diberikan kepada warga Desa Humusu, Wini, Kecamatan Insana Utara Kabupaten TTU, Provinsi NTT,merupakan perhatian perintah Pusat melalui Kementerian Sosial RI terhadap masyarakat yang terdampak badai Seroja di tahun 2021 lalu. Adapun total anggarannya senilai Rp 2 miliar dan masing-masing unit rumah dianggarkan sebesar Rp 100 juta.

Meskipun demikian, lanjut Risma, pihaknya kemudian menghitung juga beberapa rumah di sekitar rumah korban yang masuk dalam kategori tidak layak huni untuk dibangun.

“Kita bantulah 20 (unit rumah). Tapi tadi masih kurang katanya,” ujarnya.

Dalam perjalanan ke Wini, Mensos takjub dengan kondisi alam TTU. Menurutnya, wilayah ini bisa menjadi tempat budidaya bunga matahari yang nantinya bisa diproses menjadi minyak goreng yang murah dan sehat. Untuk mewujudkan hal ini, Kemensos RI akan bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Selain itu, Mensos juga memberi bantuan bagi anak-anak sekolah berupa satu buah bangunan gedung yang akan dilengkapi dengan peralatan WiFi. Kepada anak anak sekolah ibu Menteri berpesan agar para siswa nantinya bisa memanfaatkan sarana tersebut secara baik.

Ia juga memotivasi anak anak di Wini perbatasan RI – Timor Leste,agar tampil percaya diri karena merupakan garda depan NKRI.

Risma juga memberikan satu unit alat berat berupa Eksavator kepada pemkab TTU,yang dapat digunakan untuk menormalisasikan sungai/kali yang sering meluap dan menggenangi rumah rumah warga.

Kontributor TTU : Zenobius Yancen Abi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Gerai Koperasi Merah Putih sebagai Penghubung Ekonomi Desa

Oleh: Citra Kurnia Khudori)*Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) hadir sebagai wajah barupenguatan ekonomi desa yang semakin terorganisir, modern, dan berdaya saing. Inisiatif ini tidak hanya membangun unit usaha, tetapi juga menciptakan ekosistemdistribusi yang lebih efisien dengan memperpendek rantai ekonomi dari produsenlangsung ke konsumen, sehingga nilai tambah dapat dirasakan lebih optimal oleh masyarakat desa.Keberadaan gerai koperasi menjadi sarana strategis dalam memperluas aksespasar bagi pelaku usaha lokal. Produk-produk unggulan desa kini memiliki kanaldistribusi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan, membuka peluang peningkatanskala usaha sekaligus memperkuat posisi ekonomi masyarakat. Melalui pendekatanini, KDKMP berperan sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan yang mendorong kemandirian dan pertumbuhan ekonomi dari tingkat desa.Lebih dari itu, Gerai KDKMP merepresentasikan semangat kemandirian ekonomiberbasis gotong royong. Dengan pengelolaan yang tepat, gerai ini berpotensimenjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.Untuk diketahui, hingga akhir Maret 2026, pembangunan KDKMP menunjukkanprogres signifikan. Puluhan ribu titik kini telah memasuki tahap Pembangunan. Sementara itu, lebih dari 3.000 unit sudah rampung dan siap dimanfaatkanmasyarakat dalam waktu dekat. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan, dalamwaktu dekat pemerintah akan mulai mendistribusikan berbagai komoditas untukmengisi unit-unit KDKMP tersebut. Ia berharap KDKMP menjadi pusat distribusipangan dan kebutuhan masyarakat di tingkat desa....
- Advertisement -

Baca berita yang ini