Begini Cara Sri Mulyani Cetak Pahlawan di Kementerian Keuangan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani menyetak pahlawan di kementeriannya dengan komitmen pegawai untuk berjuang tanpa mengharapkan gaji tinggi atau ingin dikenal publik.

“Jajaran Kemenkeu harus memiliki komitmen bekerja yang baik sehingga tidak boleh berjuang dengan mengharapkan imbalan gaji yang lebih atau dikenal namanya. Kita diajarkan perjuangan paling berat adalah mengalahkan nafsu dan ketamakan kita sendiri,” kata Ani panggilan akrabnya, Selasa 10 November 2020.

Menurut dia, setiap pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) harus mampu menunjukkan jiwa pahlawan yang terus berjuang dan berikhtiar dengan seluruh pemikiran, jiwa dan rata untuk mencapai cita-cita Indonesia bebas dari Covid19.

Sri Mulyani menegaskan Kemenkeu merupakan institusi yang memiliki peranan luar biasa penting yaitu mengelola keuangan negara sebagai sumber daya agar Indonesia keluar dari krisis pandemi.

Ia menegaskan pengelolaan keuangan negara yang baik akan mampu mengatasi tantangan Covid19 baik dari sisi kesehatan, sosial, ekonomi, hingga keuangan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini