Bawa 9.000 Dosis, BIN Gelar Vaksinasi Massal di Banyumas

Baca Juga

MATA INDONESIA, BANYUMAS – Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Jawa Tengah atau Binda Jateng menggelar vaksinasi bagi pelajar sekolah menengah atas (SMA) dan santri di Kabupaten Banyumas pada Jumat, 15 Oktober 2021. kegiatan ini untuk mendukung program percepatan vaksinasi guna mencapai kekebalan komunal pada akhir 2021.

Kepala BIN Daerah Jateng Brigadir Jenderal TNI Sondi Siswanto mengatakan vaksinasi tersebut merupakan lanjutan dari kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 15 September 2021. Adapun titik vaksinasi digelar di SMA Negeri 2 Purwokerto dan SMA Negeri 4 Purwokerto.

“Jadi kegiatan vaksinasi kali ini, kami fokus pada pelajar dan door to door dengan harapan bahwa kegiatan PTM (pembelajaran tatap muka) segera bisa dilaksanakan untuk pelajar, sehingga tidak ada lagi pembelajaran secara virtual atau daring,” katanya.

Selain itu, Binda Jateng juga menggelar vaksinasi lanjutan untuk masyarakat umum yang dilakukan dari rumah ke rumah (door to door) warga di Kelurahan Sokanegara dan Kelurahan Purwokerto Wetan, Kecamatan Purwokerto Timur, serta Kelurahan Berkoh dan Kelurahan Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan.

Ia merinci, total jumlah peserta yang divaksin pada hari ini oleh BINDA Jateng sebanyak 9.000 dosis. Dengan perincian 3.000 dosis untuk pelajar, 3.000 dosis untuk santri dan untuk masyarakat dengan sistem door to door sebanyak 3.000 dosis.

“Pokoknya satu minggu ditarget sekitar 25.000 dosis. Vaksin yang dipergunakan adalah Sinovac yang telah mendapatkan izin edar dari BPOM dan WHO,” ujarnya.

Kegiatan vaksinasi ini mendapat apresiasi dari Ketua Umum Paguyuban Seruan Eling Banyumas (Serulingmas) Wisnu Suhardono. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Kabinda Jateng yang telah mengalokasikan vaksin untuk Kabupaten Banyumas.

Salah seorang siswa SMA Negeri 3 Purwokerto, Anisa mengaku senang telah dua kali divaksin, sehingga kegiatan pembelajaran tatap muka diharapkan dapat dilakukan secara normal.

“Saat sekarang selang-seling, tiap dua hari sekali,” katanya usai mendapatkan vaksin dosis kedua di SMA Negeri 2 Purwokerto.

Sementara pada hari Sabtu 16 Oktober 2021, Binda Jateng akan kembali dilaksanakan vaksinasi lanjutan bagi santri di Pondok Pesantren Darussalam, Kelurahan Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran, dan Ponpes Al Ikhsan, Desa Beji, Kecamatan Kedungbanteng.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini