Bawa 6.000 Dosis, BIN Gelar Vaksinasi untuk Santri dan Masyarakat di Tasikmalaya

Baca Juga

MATA INDONESIA, TASIKMALAYA – Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Provinsi Jawa Barat atau Binda Jabar bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tasikmalaya melakukan percepatan Vaksinasi Covid-19 pada Senin, 11 Oktober 2021.

Pada pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 lanjutan atau dosis pertama dan kedua ini, BIN selain menggelar vaksinasi Covid-19 secara masal juga mengadakan vaksinasi Covid-19 secara door to door.

Vaksinasi yang dilakukan dengan sistem door to door mendatangi Warga RW 03 Kelurahan Tawangsari, Kecamatan Tawang.Kota Tasikmalaya dengan sasaran Vaksinasi Covid-19 sebanyak 750 orang warga,

Tak hanya di lingkungan Kecamatan Tawang juga warga Kampung Cipedes, Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya menjadi sasaran Badan Intelijen Negara untuk menjalani vaksinasi door to door sebanyak 750 warga.

Sementara untuk vaksinasi massal BIN menggelar di SMAN 1 Kota Tasikmalaya Jalan Rumah Sakit Nomor 28, Empangsari Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya.

Sasaran di lembaga pendidikan sebanyak 2.000 Vaksin Covid-19 teridiri dari SMAN5, SMAN, SMK Pariwsata, Madrasah NU dan SMUK Nahadatul Ulama sebanyak 200 orang.

Sedangkan di Ponpes Bahrul Ulum KH Bustomi Jalan Awiligar, Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya, Badan Initelijen Negara menggelar Vaksinasi lepada 1.500 santri.

Begitu pula di SMN 3 Kota Tasikmalaya BIN melakukan vaksinasi Covid-19 sebanyak 1.000 orang siswa yang terdiri dari pelajar SMPN 3, SMPN 10 dan Siswa MTS NU Kota Tasikmalaya.

Vaksinasi door to door dan massal ini merupakan upaya bersama Badan Intelijen Negara untuk membantu pemerintah dalam mempercepat pencapaian vaksinasi guna terwudjudnya herd imunity.

Menurut Kabinda Jabar Brigjen TNI Dedy Agus Purwanto, semua peserta dan petugas yang melakukan vaksinasi sebelumnya telah menjalani Protokol Kesehatan yang sangat ketat.

“Kegiatan tersebut untuk mencapai target 70 persen kekebalan kelompok. Ia menegaskan bahwa program vaksinasi covid-19 bagi pelajar merupakan salah satu arahan dari Presiden RI Joko Widodo,” katanya.

Dedy menjelaskan bahwa anak-anak santri atau siswa merupakan salah satu target utama dalam pemberian Vaksin Covid-19.

Hal tersebut karena tingkat penularan Covid-19 di lembaga pendidikan sangatlah cepat bila terjadi pada anak-anak nanti pun setelah anak-anak sudah divaksin, harus diberi pengertian untuk tetap selalu menerapkan prokes.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah SMAN1 Kota Tasikmalaya Muharam, mengaku sangat senang dan merasa tersanjung karena sekolahnya terpilih sebagai lokasi vaksinasi yang dilakukan oleh Badan Intelijen Negara.

“Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya BIN yang telah menyelenggarakan kegiatan Vaksin Covid-19,” ujarnya.

Semoga mereka diberikan kekuatan serta semangat yang tinggi untuk terus mengejar target yang dicanangkan. Insyaallah, covid-19 bisa segera berakhir,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kebijakan DHE SDA Perkuat Fondasi Ekonomi Rakyat dan Stabilitas Keuangan

Oleh: Dhita Karuniawati )*Pemerintah resmi memberlakukan kebijakan baru terkait Devisa Hasil Ekspor SumberDaya Alam (DHE SDA) mulai 1 Juni 2026. Kebijakan ini menjadi salah satu langkahstrategis yang ditempuh pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi nasionalmelalui peningkatan retensi devisa di dalam negeri. Langkah tersebut tidak hanyabertujuan menjaga stabilitas sektor keuangan, tetapi juga memastikan bahwa manfaatdari kekayaan sumber daya alam Indonesia dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.Di tengah kondisi ekonomi global yang masih diwarnai ketidakpastian, ketegangangeopolitik, serta fluktuasi pasar keuangan internasional, kemampuan suatu negara dalam menjaga cadangan devisa menjadi faktor penting untuk mempertahankanstabilitas ekonomi. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah terus berupayamemperkuat ketahanan ekonomi nasional agar tidak mudah terpengaruh oleh guncangan eksternal. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kebijakanpengelolaan DHE SDA yang lebih optimal. Selama ini, sebagian besar devisa hasil ekspor sumber daya alam masih banyaktersimpan di luar negeri sehingga manfaatnya bagi perekonomian domestik belummaksimal. Padahal, Indonesia merupakan salah satu negara penghasil komoditasterbesar di dunia, mulai dari batu bara, minyak sawit, nikel, tembaga, hingga berbagaiproduk mineral lainnya. Potensi devisa yang dihasilkan sektor tersebut sangat besardan dapat menjadi sumber kekuatan ekonomi nasional apabila dikelola secara tepat.Melalui Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2026, pemerintah mewajibkan eksportirsektor sumber daya alam untuk menempatkan devisa hasil ekspornya di dalam negeri. Kebijakan tersebut dirancang sebagai bagian dari strategi jangka panjang untukmemperkuat stabilitas nilai tukar rupiah, meningkatkan likuiditas valuta asing, dan memperluas ruang pembiayaan pembangunan nasional.Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan bahwa pemerintahmewajibkan eksportir sumber daya alam untuk merepatriasi devisa hasil ekspornya kedalam negeri dengan tingkat kepatuhan penuh. Menurutnya, kebijakan tersebutdirancang untuk meningkatkan ketersediaan valuta asing di pasar domestik, menjagastabilitas nilai tukar rupiah, serta memperkuat pembiayaan pembangunan nasional. Dalam ketentuan baru tersebut, eksportir sektor nonmigas diwajibkan menempatkan100 persen DHE...
- Advertisement -

Baca berita yang ini