Bawa 3.500 Dosis, BIN Gelar Vaksinasi di Ternate

Baca Juga

MATA INDONESIA, TERNATE – Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Maluku Utara atau Binda Malut menggelar program vaksinasi massal untuk masyarakat dan pelajar di Tidore pada Selasa, 12 Oktober 2021.

Kabinda Malut Brigjen TNI (Mar) Imam Sopingi menjelaskan bahwa kegiatan vaksinasi untuk pelajar dilakukan di SMA Negeri 10 Ternate. Menurutnya, vaksinasi ini dilakukan sesuai program pemerintah untuk mempercepat terciptanya Herd Immunity di Indonesia,.

“Kegiatan yang berlangsung di SMA Negeri 10 Ternate ini ditargetkan di angka 3.500. Selain itu, BIN juga melakukan vaksinasi door to door bagi masyarakat umum,” katanya, dikutip dari infopublik, Rabu 13 Oktober 2021.

Ia pun bangga dengan para siswa yang telah bersedia mengikuti vaksinasi. Menurutnya, anak-anak tersebut menunjukkan tekad untuk menyelamatkan bangsa ini dari pandemi COVID-19.

Jendral bintang satu ini menambahkan, saat ini untuk capaian vaksinasi di Indonesia per tanggal 11 Oktober 2021 dosis 1 mencapai 48,13 persen dan dosis 2 mencapai 27,63 persen.

“Maluku Utara per 11 Oktober 2021 masih jauh dari capaian Nasional yaitu dosis 1 baru mencapai 27,05 persen dan dosis 2 baru mencapai 12,07 persen,” ujarnya.

Imam menambahkan, di antara sasaran vaksinasi yang menjadi fokus pemerintah adalah vaksinasi bagi pelajar dimana capaian Nasional vaksinasi pelajar dosis pertama 15,02 persen dan dosis kedua 10,87 persen.

“Sehingga target sasaran vaksinasi pelajar di Maluku Utara sebanyak 145.842 orang, namun capaian vaksinasi pelajar masih jauh dari target yaitu dosis pertama baru mencapai 19.513 orang (13,4 persen) dan dosis kedua baru mencapai 2.973 orang (2,0 persen),” katanya.

Untuk itu dirinya berharap, kegiatan vaksinasi yang dilaksanakan di SMA Negeri 10 Ternate ini, akan memotivasi siswa dan sekolah lain, untuk lebih masif lagi dalam pelaksanaan vaksinasi.

“Sehingga target capaian vaksinasi pelajar di Maluku Utara berhasil optimal dan outcum yang diharapkan proses kegiatan belajar mengajar di wilayah kita ini dapat berjalan dengan lebih baik dan juga akan mampu menciptakan Indonesia Sehat dan Indonesia Hebat,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Optimalkan Sekolah Rakyat untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Oleh: Yoga Pradana SantosoPemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasionalmelalui percepatan dan optimalisasi program Sekolah Rakyat yang kini menunjukkan progressignifikan di berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerataan akses pendidikan tidaklagi sebatas wacana, melainkan telah dijalankan secara konkret dan terukur sebagai bagian dariagenda pembangunan sumber daya manusia. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah jugamencatat berbagai keberhasilan penting, mulai dari percepatan pembangunan infrastrukturpendidikan, peningkatan akses belajar di wilayah tertinggal, hingga penguatan kolaborasi lintaskementerian yang berdampak langsung pada masyarakat, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata investasi jangka panjang negara dalam menciptakan generasi yang lebihberkualitas dan berdaya saing.Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pembangunan SekolahRakyat tahap kedua terus berjalan dengan progres yang menggembirakan meskipun dihadapkanpada sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait kesiapan lahan dan akses menuju lokasipembangunan, sementara peran Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PekerjaanUmum Bisma Staniarto dinilai sangat krusial dalam menjaga ritme pembangunan agar tetapsesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menilai koordinasi teknis yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap hambatan dapatdiatasi secara terukur sehingga proyek tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dari pusathingga daerah.Lebih lanjut, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua tidak hanya berfokus pada penyelesaianfisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan operasional agar sekolah dapat langsungdigunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan olehmasyarakat. Berdasarkan data terbaru, dari total 104 lokasi pembangunan, sebanyak 101 lokasitelah memasuki tahap konstruksi dan seluruhnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sebuahcapaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagaiprioritas utama pembangunan nasional.Dalam upaya memastikan target tersebut tercapai, Muhammad Qodari menegaskan bahwaKantor Staf Presiden bersama Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terusmelakukan langkah konkret melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN karya dan penyedia jasa konstruksi, sehingga setiap persoalan yang muncul, baik terkait teknis, logistik, maupun kesiapan lahan, dapat dipetakan secara komprehensif danditangani dengan solusi yang jelas dan terukur.Koordinasi tersebut kemudian diperluas dengan melibatkan Kementerian Sosial, KementerianDalam Negeri, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, serta Zeni TNI Angkatan Darat, yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan strategis di lapangan, termasukpembangunan akses jalan dan penuntasan persoalan lahan di sejumlah wilayah, di mana sinergilintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program secara menyeluruh danmemastikan tidak ada kendala yang berlarut-larut.Hasil dari upaya percepatan tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah dengan progrespembangunan yang cukup signifikan, seperti di Kalimantan Selatan yang mencapai 30,85 persen, Sulawesi Selatan sebesar 30,22 persen, serta Jawa Barat sebesar 28,07 persen, meskipunpemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa lokasi dengan progres yang masihrendah melalui intervensi yang lebih intensif agar target penyelesaian secara keseluruhan tidakterganggu.Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas aksespendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana maupun daerahdengan keterbatasan infrastruktur pendidikan, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahteratetap dapat memperoleh pendidikan formal yang layak. Program ini dirancang sebagai investasijangka panjang dengan target penyelesaian yang terukur agar dapat segera dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh wargatanpa terkecuali.Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga mempercepat penambahanprogram Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini