Bawa 2.200 Dosis, BIN Siap Gelar Vaksinasi untuk Pelajar dan Masyarakat di OKU

Baca Juga

MATA INDONESIA, PALEMBANG – Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Sumatera Selatan atau Binda Sumsel siap mengelar vaksinasi untuk pelajar dan masyarakat umum di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

Plh Bupati OKU Edward Candra mengatakan, program vaksinasi untuk pelajar SMP, BIN menyiapkan 1.800 dosis vaksin. Adapun pelaksanaan vaksinasi bagi pelajar ini akan dilakukan pada Jumat 10 September 2021 dan untuk menghindari kerumunan, pelaksanaannya bertempat di sekolah.

“Kuota vaksin untuk pelajar tersebut bersamaan dengan alokasi sebanyak 400 dosis untuk masyarakat umum di OKU, sehingga total jatah vaksin yang diterima kabupaten itu mencapai 2.200 dosis,” katanya dalam keterangan pers, Kamis 9 September 2021.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan OKU Teddy Meilwansyah, mengatakan pihaknya mengapresiasi BIN yang telah memprioritaskan vaksinasi untuk pelajar di daerah tersebut.

“Lokasi vaksin tahap pertama di Kecamatan Baturaja Timur dan Baturaja Barat karena kedua wilayah itu masih rentan dalam penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa agar kegiatan vaksinasi berjalan lancar, pihaknya telah membuat surat pernyataan kepada orangtua pelajar atas kesediaan vaksin. “Agar tidak ada unsur pemaksaan untuk melakukan vaksinasi kepada pelajar,” katanya.

Kegiatan vaksinasi juga akan dilaksanakan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Apriyadi, prioritas vaksinasi kali ini ditujukan untuk pelajar tingkat SMA.

“Pemkab Muba sedang gencar-gencarnya melakukan vaksinasi bagi pelajar yang berusia 12 tahun ke atas dan memenuhi syarat untuk vaksin,” ujarnya.

Pada tahap awal, terdapat 913 pelajar SMA di kabupaten itu yang mendapatkan vaksin Covid-19. Dia menerangkan tujuan vaksinasi pelajar tak lain untuk menunjang kegiatan sekolah PTM sudah berlangsung sejak dua pekan lalu, mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA sederajat.

Menurut Apriyadi, pihaknya menargetkan paling lambat dua bulan ini semua pelajar yang sesuai kriteria mendapatkan vaksin. “Dengan begitu kalau tenaga pendidik dan peserta didik sudah divaksin semua maka PTM dengan menerapkan prokes maka akan berjalan dengan aman dan lancar,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Optimalkan Sekolah Rakyat untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Oleh: Yoga Pradana SantosoPemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasionalmelalui percepatan dan optimalisasi program Sekolah Rakyat yang kini menunjukkan progressignifikan di berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerataan akses pendidikan tidaklagi sebatas wacana, melainkan telah dijalankan secara konkret dan terukur sebagai bagian dariagenda pembangunan sumber daya manusia. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah jugamencatat berbagai keberhasilan penting, mulai dari percepatan pembangunan infrastrukturpendidikan, peningkatan akses belajar di wilayah tertinggal, hingga penguatan kolaborasi lintaskementerian yang berdampak langsung pada masyarakat, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata investasi jangka panjang negara dalam menciptakan generasi yang lebihberkualitas dan berdaya saing.Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pembangunan SekolahRakyat tahap kedua terus berjalan dengan progres yang menggembirakan meskipun dihadapkanpada sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait kesiapan lahan dan akses menuju lokasipembangunan, sementara peran Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PekerjaanUmum Bisma Staniarto dinilai sangat krusial dalam menjaga ritme pembangunan agar tetapsesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menilai koordinasi teknis yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap hambatan dapatdiatasi secara terukur sehingga proyek tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dari pusathingga daerah.Lebih lanjut, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua tidak hanya berfokus pada penyelesaianfisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan operasional agar sekolah dapat langsungdigunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan olehmasyarakat. Berdasarkan data terbaru, dari total 104 lokasi pembangunan, sebanyak 101 lokasitelah memasuki tahap konstruksi dan seluruhnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sebuahcapaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagaiprioritas utama pembangunan nasional.Dalam upaya memastikan target tersebut tercapai, Muhammad Qodari menegaskan bahwaKantor Staf Presiden bersama Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terusmelakukan langkah konkret melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN karya dan penyedia jasa konstruksi, sehingga setiap persoalan yang muncul, baik terkait teknis, logistik, maupun kesiapan lahan, dapat dipetakan secara komprehensif danditangani dengan solusi yang jelas dan terukur.Koordinasi tersebut kemudian diperluas dengan melibatkan Kementerian Sosial, KementerianDalam Negeri, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, serta Zeni TNI Angkatan Darat, yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan strategis di lapangan, termasukpembangunan akses jalan dan penuntasan persoalan lahan di sejumlah wilayah, di mana sinergilintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program secara menyeluruh danmemastikan tidak ada kendala yang berlarut-larut.Hasil dari upaya percepatan tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah dengan progrespembangunan yang cukup signifikan, seperti di Kalimantan Selatan yang mencapai 30,85 persen, Sulawesi Selatan sebesar 30,22 persen, serta Jawa Barat sebesar 28,07 persen, meskipunpemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa lokasi dengan progres yang masihrendah melalui intervensi yang lebih intensif agar target penyelesaian secara keseluruhan tidakterganggu.Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas aksespendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana maupun daerahdengan keterbatasan infrastruktur pendidikan, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahteratetap dapat memperoleh pendidikan formal yang layak. Program ini dirancang sebagai investasijangka panjang dengan target penyelesaian yang terukur agar dapat segera dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh wargatanpa terkecuali.Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga mempercepat penambahanprogram Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini