Kerjaan Baru Donald Trump, Kini Jadi Komentator Acara Tinju Holyfield vs Belfort

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Lama sudah tak terdengar namanya, ternyata mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump banting stir jadi pembawa acara dan komentator. Terbaru, dirinya bakal mengomentari laga pertarungan antara Evander Holyfied kontra Vitor Belfort di Triller Fight Club pada Sabtu 11 September 2021.

Trump bukan orang baru dalam dunia MMA. Dia sempat hadir langsung di UFC 264 untuk mendukung laga McGregor kontra Puorier. Dia juga punya hubungan baik dengan Colby Covington, Jorge Masvidal, dan Presiden UFC Dana White. 

Belfort dijadwalkan bertemu Oscar De La Hoya. Namun De La Hoya terpaksa mundur karena terkonfirmasi Covid-19. Triller pun mencari pengganti De La Hoya dan Holyfied pun hadir sebagai lawan baru bagi Belfort. 

“Saya ingin anda mendengar langsung dari saya bahwa meskipun telah divaksinasi lengkap, saya telah tertular Covid dan saya tidak akan bisa bertarung akhir pekan depan,” tulis De La Hoya seperti dilansir dari laman Middle Easy.

Padahal, De La Hoya telah mempersiapkan comeback ini selama beberapa bulan terakhir. Dia pun mengapresiasi dukungan dan doa dari penggemar yang diberikan padanya. 

“Saya saat ini di rumah sakit mendapatkan perawatan dan saya yakin saya akan kembali ke ring sebelum tahun ini berakhir. Tuhan memberkati semua orang dan tetap aman,” katanya.

Selain pergantian lawan, laga pun mengalami perubahan venue. Awalnya pertarungan akan berlangsung di Staples Center di Los Angeles, California. Namun, lokasi venue kemudian berubah menjadi Seminole Hard Rock Hotel & Casino di Hollywood, Florida.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini